Beranda Opini

Pendirian dan Perjuangan

Oleh : Buya Hamka (Dari buku :”Dari Lembah Cita-cita”-cetakan Gema Insani Press)

Tegaklah pada pendirianmu di dalam hidup ini dan berjuanglah. Sesungguhnya, penghidupan itu ialah pendirian dan perjuangan. Untuk apa kita diberi Allah SWT akal dan pikiran ? Supaya kehidupan kita berbeda dengan makhluk lainnya. Oleh karena itu, setiap pikiranmu bertambah, tiap tiap mata brenyalang, pandanglah alam ini dengan pandangan sendiri. Jangan biarkan segala sesuatu berlalu di hadapanmu dengan selalu lalunya saja, tapi pertalikanlah dengan dirimu. Karena segenap alam ini bertali dengan manusia.

Semua pikiran itu masih sempit daerahnya, masih dimaafkan orang kalau pikiranmu hanya menurutkan pikiran orang lain, kalau otakmu hanya menjadi ekor, bukan menjadi kepala.

Baca:  Hidup Ku Mati Ku

Hidup dan Hidup ada dua.

Ada orang yang hidup, sampai tubuhnya di dalam kubur, sampai tulang belulangnya hancur di dalam tanah, namanya dan hidupnya pun turut habis dengan tubuhnya, tidak menjadi peringatan orang lagi. Sebab, hidupnya tidak berhaluan.

Ada pula orang yang tambah hilang jasmaninya, tambah timbul kehidupannya, tambah digali orang, tambah diperiksa orang, diselidiki, dan ditilik. Sehingga, kian habis badannya kian hidup namanya.

Golongan yang pertama tadi ialah orang yang tidak punya pendirian. Sebab itu, ia tidak ada berjuang mempertahankan pendirian itu. Golongan yang kedua, dilengkapi syarat orang hidup, diselidikinya, dan dipergunakannya pikiran dan akalnya walaupun ada yang melawan dan ada yang tidak menyetujuinya.

Baca:  Khalifah Tuhan

Orang yang semacam pertama, lebih banyak hidupnya hanya menarik napas turun naik, buat dirinya itulah darah kehidupan. Orang itu takut mati karena mencintai hidup, padahal di waktu hidupnya iya sebenarnya sudah mati. Sementara, orang yang kedua yang menyelidiki alam dan mendapat dalam penyelidikannya itu, ialah orang yang tidak takut lantaran mencari hidup maka akan tetaplah hidup dirinya walaupun jasadnya telah mati.

Orang yang pertama hidupnya hanya untuk mencukupkan bilangan manusia supaya genap. Sementara orang kedua itulah ia pembentuk sejarah. Selidiki, periksa, dan alami. Buah dari penyelidikan, pemeriksaan, dan pengalaman, itulah pendirian.
Pertahankanlah pendirian itu dan bawalah berjuang…..

Baca:  Komitmen Sang Musuh Abadi