
LIPUTANBOGOR.COM – Kadin beserta Asosiasi Jasa Konstruksi datangi gedung DPRD Kota Bogor Jalan Pemuda, Kecamatana Tanah Sareal Kota Bogor pada Jum’at (4/11/22).
Tampak hadir dalam kunjungan ke gedung wakil rakyat ini diantaranya Felix Martha selaku Ketua Aspeknas yang menjabat juga sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi di Kadin kota bogor, Bagus Maulana sebagai Ketua Aspekindo kota bogor, Purwana Ryadi sebagai Dewan Pertimbangan Aspekindo Kota Bogor, Haekal Audah pimpinan Gapensi Kota Bogor, Heri Sekretaris Apeknas Kota Bogor dan Onang Suhendar pimpinan Gapeksindo Kota Bogor.
Menurut informasi, kedatangan Pengurus Kadin dan pimpinan asosiasi jasa konstruksi adalah untuk menyampaikan surat aduan kepada badan kehormatan DPRD Kota Bogor terkait permohonan Audiensi yang disampaikan kepada pimpinan DPRD sejak satu bulan yang lalu dan ini tak kunjung mendapat tindak lanjut.
Salah satu pimpinan Asosiasi Gapensi Kota Bogor, Haekal Audah mengatakan surat aduan ini oleh pihaknya dilayangkan karena sudah satu bulan lebih surat permohonan audiensinya kepada pimpinan DPRD Kota Bogor, dan tidak ada kelanjutannya seperti apa.
“Surat sudah kita masukkan sebulan yang lalu ditujukan untuk pimpinan DPRD Kota Bogor, tapi gak ada kelanjutan dan informasi apapun.Kami merasa bahwa permohonan audiensi ini adalah bagian dari hak masyarakat untuk dapat berdiskusi dengan wakil rakyat,” ungkap Haekal.
Dalam kesempatan yang sama, Onang Suhendar selaku pimpinan Gapeksindo Kota Bogor turut angkat bicara, bahwa sebagai warga yang baik pimpinan asosiasi berusaha dan mencoba menyampaikan aspirasi melalui audiensi namun sayangnya tidak diindahkan.
“Karena tidak ada tanggapan, maka dengan ini kami merasa perlu mengadukan hal tersebut kepada badan kehormatan DPRD Kota Bogor, agar dapat mengambil langkah – langkah sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Heri selaku Sekretaris Aspeknas Kota Bogor, dirinya sangat menyayangkan dengan tidak adanya itikad baik dari pimpinan dewan untuk berdiskusi dengan pihaknya.
“Memang ada kabar sih, kalau audiensi tersebut di disposisi ke salah satu pimpinan dewan, tapi sampai saat ini dari pimpinan dewan tersebut tidak menghubungi kami. Jadi ya sudah kami adukan saja ke badan kehormatan, intinya kami ingin iklim usaha yang kondusif bisa terwujud di kota bogor, tapi kami tidak bisa jalan sendiri perlu penyamaan persepsi dari semua pihak,” pungkasnya.
( D2N )




