LIPUTANBOGOR.COM – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) melaksanakan pengajian dan santunan untuk anak yatim dan kaum dhuafa dalam rangka memperkuat komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Masjid Baitun Naafi’ yang berada dalam komplek kantor UP3 Bogor.
Pengajian yang digelar pada Jumat, 25 April 2025 itu dihadiri oleh pegawai, mitra kerja, serta anak yatim dan kaum dhuafa yang berdomisili di sekitar kantor.
“Pengajian ini kami gelar dengan tujuan pembinaan mental dan spiritual untuk memperkuat budaya K3 bagi insan PLN,” kata Grahaita Gumelar, Manager PLN UP3 Bogor. Adapun tema yang diangkat dalam pengajian kali ini adalah tentang “Merawat Amanah: Keselamatan Kerja adalah Amanah”
Hadirin tampak antusias menyimak kajian yang dibawakan oleh Ustaz Abdullah Ramli. Mengutip data BPJS Ketenagakerjaan 2023, ustaz yang sekaligus berprofesi sebagai personel development trainer itu menyebutkan terdapat lebih dari 315.000 kasus kecelaakaan kerja dalam setahun di Indonesia. Sebagian besar insiden kerja itu disebabkan oleh perilaku tidak aman (unsafe behavior), bukan semata karena kurang pengetahuan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Tonny Bellamy, menyampaikan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja serta keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab besama sehingga zero harm dan zero loss dapat terwujud.
“Keselamatan kerja adalah amanah. Setiap amanah yang tidak ditunaikan akan menjadi beban di dunia dan menjadi pertanggungjawaban di akhirat. Keselamatan kerja bukan hanya soal kepatuhan pada SOP, tapi penjagaaan atas amanah besar atas nyawa diri sendiri, kehidupan rekan kerja dan kelangsungan pelayanan energi nasional,” terang Ramli.
Lebih lanjut, Ramli berpesan bahwa pekerjaan adalah amanah. “Amanah adalah pokok dari semua akhlak yang luhur dan kehancuran umat terjadi ketika amanah ditinggalkan. Amanah dalam keselamatan kerja adalah menjalankan seluruh prosedur dan standar keselamatan dengan penuh kesadaran. Bukan karena takut hukuman, tetapi karena sadar bahwa nyawa dan kepercayaan sedang dipertaruhkan,” ujarnya.
Salah satu peserta pengajian, Aji, mengaku senang dapat mengikuti kajian hari itu. “Penyampaian yang bagus karena bisa membahas tentang keselamatan kerja dengan jelas. Teruskan cara berdakwah yang interaktif seperti sekarang karena tidak membosankan,” ujar Aji yang sehari-hari bertugas koordinator pengemudi PLN UP3 Bogor itu.(***)





