Beranda News Bogor Raya

Puluhan Anggota KSP SB Gelar Aksi dan Kawal Persidangan di PN Kota Bogor, Minta hak-haknya di Kembalikan

Masa aksi kawal aset KSP SB yang sedang melakukan persidangan di PN Kota Bogor pada Senin, 20 Maret 2023.

LIPUTANBOGOR.COM – Puluhan anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama ( KSP SB ) yang didominasi kaum ibu-ibu melakukan aksi sekaligus pengawalan menuntut dan meminta hakim memutuskan pengembalian hak-haknya, yang  berlokasi di Halaman Pengadilan Negeri Bogor Kelas IA, Jalan Pengadilan, Pabaton, Kota Bogor pada Senin (20/3/2023).

Perwakilan anggota KSP SB Armyn Julizarmanyah mengatakan aksi ini untuk menjaga aset para anggota supaya tidak ikut hilang. Pasalnya aset ini merupakan sumber kehidupan para anggota koperasi.

“Kami mewakili dari semua anggota KSP SB ingin meminta kebenaran. Karena pada dasarnya kami adalah anggota koperasi dan otomatis sebagai pemilik koperasi. Jadi kami kesini untuk mengetahui keberadaan KSB,” ungkap Armyn dalam wawancaranya dengan media pada Senin (20/3/23).

Baca:  Nasabah BRI Protes Dugaan Pindah Tangan Agunan Sertifikat, Pimpinan KC BRI Bogor Dewi Sartika : Proses Lelang Sudah Sesuai dengan Prosedur yang Ditetapkan oleh Negara dan Peraturan UU yang Berlaku

Armyn mengatakan hak-hak anggota tidak terdzolimi dalam kasus pidana ini dengan tidak disitanya aset para anggota.

“Kalau memang bersalah yang bersangkutan saja, tapi aset kita dikembalikan, karena ini adalah hajat hidup 189 ribu anggota KSB yang menderita selama 3 tahun lamanya,” paparnya.

Armyn menambahkan kedatangannya untuk mengamankan aset dan memastikan bahwa pengadilan betul-betul membuka persoalan KSB dan memberikan keadilan kepada anggota yang terdzolimi.

“Sampai saat ini pemerintah sama sekali tidak menunjukkan kejelasan apa yang terjadi terhadap KSB. Padahal udah terang benderang ada 8 koperasi bermasalah,” jelasnya.

Baca:  PT MNR Tolak Wisata Glow Tutup, Rakyat Bogor Akan Lakukan Aksi Besar Kepung Istana Bogor

Dalam pantauan dilapangan. Para peserta aksi dari anggota koperasi membawa kertas karton yang berisikan meminta kepada pengurus dan pengawas agar bertanggung jawab terhadap uang mereka yang tak kunjung dikembalikan.

Armyn dan para anggota yang lain akan terus mengawal dan menyuarakan apa yang menjadi haknya. “Kami akan terus melakukan upaya sampai hak kami dikembalikan,”  tutupnya.(D2N)