Beranda News Pendidikan

Sambut Baik Program Millenial Safety Road, Kadisdik Berharap Dapat Menekan Jumlah Kecelakaan Pelajar

Bogor – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Fahrudin menghadiri undangan Polresta Bogor Kota untuk membahas program Kepolisian RI mengenai program ‘Millenial Safety Road’ atau keselamatan berkendara dikalangan generasi milenial, di Mapolresta Bogor Kota, Senin (29/1).

Nantinya, kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan 500 millenial Kota Bogor yang sebagian besar berasal dari kalangan pelajar yang selanjutnya untuk tingkat Jawa Barat akan dilaksanakan even puncak pada 23 Maret 2019 mendatang.

“Ini adalah kegiatan mengajak generasi milenial untuk mengutamakan keselamatan dengan tertib lalu lintas,” kata Kompol Bramastyo, Kasat Lantas Bogor Kota.

Baca:  Dinas Pendidikan Larang Pelajar Kota Bogor Rayakan Hari Valentine

Kegiatan tersebut ditargetkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi milenial atau generasi yang lahir antara tahun 1980 dan 2000.

Data korban kecelakaan lalu lintas dari tahun 2017-2018, kata dia, didominasi dari kalangan millenial. “Sekitar 55 persen korban adalah millenial,” kata Bramastyo.

Dia menambahkan, mayoritas kecelakaan tersebut berasal dari kendaraan roda dua.

Melalui video conference, Korlantas Polri membahas program Millenial Safety Road bersama seluruh jajaran Polresta Kab/Kota se-Jawa Barat dengan melibatkan stakeholder terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Kab/Kota se-Jawa Barat.

Baca:  Koramil 0605 Bogor Utara Sambangi SDN Cibuluh 1

Kadisdik Kota Bogor, Fahrudin menyambut baik program tersebut terutama jika menyangkut pelajar.

“Semoga saja dengan adanya program ini, dapat membangun kesadaran kalangan pelajar dalam berkendara dan bijak menggunakan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 sehingga dapat menekan jumlah korban kecelakaan dikalangan Pelajar,” ujar Fahrudin.

“Satu hal lagi program yang sudah baik ini tentunya harus diikuti dengan penegakan maupun penindakan tegas kepada para pelanggar, misalnya tindak tegas pelajar yang belum memiliki SIM namun sudah membawa kendaraan ke sekolahnya,” pungkas Fahrudin. (AD)