Beranda Opini

Sebuah Tulisan diatas Kertas

Tulisan berperan memunculkan entitas fiksional. Tulisan memudahkan manusia menyakini keberadaan entitas fiksional karena orang mengalami realitas simbol-simbol abstrak.

Pada tahun 1940, orang Nazi menyerang prancis dari utara. Penduduk Yahudi banyak melarikan diri ke beberapa negara. Untuk melarikan diri ke negera lain, Mereka membutuhkan visa. Penduduk Yahudi menyerbu konsul Portugis yang ada di Bordeaux.

Pemerintah Prancis melarang konsulnya mengeluarkan visa tanpa ada persetujuan. Tetapi, konsul yang berada di Bordeaux, Aristides De Sousa Mendes mengabaikan keputusan pemerintah Prancis. Sousa Mendes dan timnya bekerja selama 10 hari tanpa henti. Hanya menerbitkan visa dan menyetempel lembaran – lembaran kertas. Sousa Mendes menerbitkan ribuan visa dan pada akhirnya tumbang kelelahan.

Baca:  Anekdot dan Kritik Masa Kini

Para pejabat yang kurang peduli nasib Manusia tetap menghormati dokumen – dokumen dan visa yang di keluarkan Sousa Mendes.

Pada zaman Fir’aun Mesir Kuno dan Mau Ze dong China. Tulisan merupakan gambaran realitas di ladang. Jika deskripsinya akurat, kami membuat keputusan – keputusan realitas. Jika deskripsinya tidak akurat, menyebabkan kelaparan dan pemberontakan. Karena tidak akurat kami bisa belajar dari kesalahan dan berusaha membuat deskripsi lebih benar dari waktu ke waktu, dokumen ke dokumen pasti semakin tepat.

Baca:  Pesan Cinta Ketum IMM Uika untuk Immawan dan Immawati di Tahun Politik

Meskipun sejarah tulisan banyak kecelakaan – kecelakaan semacam itu. Tak ada penguasa yang mampu melawan godaan untuk berusaha mengubah realitas dengan satu goresan pena. Jika, bencana timbul, perbaikan akan berbentuk tulisan dalam banyak memo-memo.

Bahasa tulis dapat menggambarkan secara sederhana sebuah realitas. Perlahan-lahan menjadi cara dahsyat dalam bentuk ulang realitas.

Andi Robiyanto (referensi dari buku Homo Deus, yuval Noah Harari)