Beranda News Pendidikan

Sekolah Cendekia BAZNAS Sambut 64 Siswa Mustahik

LIPUTANBOGOR.COM- Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) menyambut 64 siswa mustahik yang berasal dari 18 provinsi di Indonesia, Rabu (10/7). Acara penyambutan yang telah dilaksanakan pada beberapa hari lalu tersebut merupakan rangkaian acara tahunan yang diselenggarakan seiring masuknya tahun pelajaran 2019/2020.

Turut hadir dalam acara penyambutan tersebut sejumlah wali murid, Kepala Desa Cemplang, serta pimpinan BAZNAS dari beberapa provinsi yang diantaranya Provinsi Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan.

Eko Wawan selaku Kepala Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), menjelaskan, SCB merupakan sekolah tingkat menengah tanpa biaya yang dikembangkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mencetak kader bangsa yang siap bersaing, disertai kecerdasan, kemandirian dan ahlak mulia.

Baca:  Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UIKA Bogor Giat Sosialisasi Protokol Kesehatan

Menurut Eko, seluruh siswa dan siswi SCB akan mendapatkan fasilitas asrama dan kebutuhan sehari- hari selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah yang berlokasi di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Eko juga menyampaikan, pendidikan di SCB meliputi empat dimensi yaitu olah hati, olah pikir, olah rasa dan olahraga. “Nilai- nilai itu disajikan dalam program kegiatan belajar mengajar ekstrakulikuler, keasramaan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan school sosial responbility,” katanya.

Helmi Nursirwan yang menjabat Wakil Kepala Sekolah Bidang Asrama SCB, memberitahu, pada tahun ajaran ini SCB hanya menyediakan 64 kursi dari 300 pendaftar yang mengikuti proses seleksi sejak Bulan November 2018 hingga April 2019.

Baca:  Disdik dan Diskominfostandi Sosialisasikan Aplikasi BISA, Layanan Pengaduan Masyarakat Berbasis Smartphone

“Proses seleksi tersebut berupa tes administratif, tes akademik, tes survey faktual, dan tes psikotes serta baca tulis Alquran”, tuturnya. Pengadaan tes tersebut dilakukan untuk memastikan calon siswa memiliki kelebihan pada segi akademiknya meskipun berasal dari keluarga tidak mampu.

Sementara itu, Merza Edy Nadzari yang merupakan perwakilan BAZNAS Provinsi Papua, mengatakan, tahun ini terdapat dua siswa asal Provinsi Papua yang lolos seleski masuk SCB. Merza pun bersyukur serta mengucapkan terimakasih kepada BAZNAS yang telah mamberi bantuan terhadap pendidikan siswa-siswi berbakat di daerahnya.

Baca:  SDIT At-Taufiq Gelar Field Trip ke Fauna Land Ancol

Namun menurutnya, anak- anak muslim di daerah perlu mendapat perhatian lebih agar mereka dapat menjadi kader- kader pengerak kemajuan di daerahnya.

Rep: Sendi Romadhon Simorangkir