Beranda Kesehatan

Selalu Berfikir Positif, inilah Kisah Bapak Saptanu yang Sudah Sembuh dari Covid

LIPUTANBOGOR.COM – Saat ini kita masih di hadapkan dengan pandemi virus Covid-19, yang membuat resah seluruh dunia, dan sampai saat ini kasus positif Covid-19 masih belum menurun grafik penularannya, maka dari itu kita harus mematuhi anjuran protokol yang di berikan oleh pemerintah agar kita tidak tertular virus ini.

Saptanu Putra Sakti Negara, yang merupakan ketua RT, beliau tinggal di Ciomas, Pasir Kuda Kota Bogor. Adalah salah satu korban virus corona, dan sekarang beliau sudah kembali pulih dan dinyatakan sembuh atau sudah negatif akan virus corona ini, dan beliau ingin memberikan pengalamannya selama mengidap penyakit virus corona ini.

Awal mula terpaparnya bapak Saptanu, beliau sedang mengurus suami keponakan dari istri bapak Saptanu yang sedang mengalami sakit diabetes yang cukup parah dan harus dibawa ke rumah sakit, tepatnya di Rumah sakit Azra di daerah Jalan Pajajaran kota bogor, akan tetapi Rumah sakit Azra tidak bisa memberikan pelayanan kepada suami keponakan bapak saptanu, karena dikhawatirkan mengalami gejala covid-19. Setelah itu beliau membawa keponakannya ke RSUD kota bogor, dan setelah di periksa ternyata suami keponakan beliau mendapatkan hasil positif covid-19. Dan satu minggu setelah dinyatakan positif suami dari keponakan beliau meninggal dunia.

Baca:  PSI Kota Bogor Sterilisasi Fasilitas Umum dan Berbagi Kangkung

Dan saat itu beliau harus mengurus biaya administrasi dan lain sebagainya yang dimana membuat beliau harus pergi dan bertemu dengan banyak orang dan ditambah lagi keponakan beliau juga positif covid, maka menurut beliau saat itulah kemungkinan beliau terpapar virus covid-19.

“karena saya lebih banyak mengurus biaya administrasi keponakan saya, saat itu saya keluar masuk antara bagian pendaftaran dengan ruang IGD di RSUD Bogor, dan kemuningkinan saya disitu terkena covid-19,” ungkap bapak Saptanu.

16 September 2020, pak tanu mendapatkan hasil positif setelah sebelumnya beliau melakukan pemeriksaan swab test.

Gejala pertama yang dirasakan oleh pak Saptanu yaitu hilangnya rasa penciuman di hidung serta di lidah. Tetapi gejala itu hanya berlangsung selama tiga hari, dan setelah dinyatakan positif beliau mendapat arahan dari puskesmas untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

Baca:  Pasien Sembuh COVID-19 Bertambah 523, Ada 10 Provinsi Tak Laporkan Kasus Positif

Selama 14 hari beliau melakukan aktivitas hanya dari dalam rumah. Pengobatan yang dilakukan oleh beliau yaitu, memakan makanan yang penuhu gizi dan serat, meminum vitamin, berjemur dipagi hari dan istirahat yang cukup.

Dan dampak yang terjadi di lingkungan sekitar rumah pak tanu yaitu langsung dilakukan penutupan akses di sekitar rumah pak tanu, dan para tetangga juga memberikan dukungan bagi beliau.

Setelah 14 hari isolasi, beliau melakukan tes yang kedua dan mendapatkan hasil negatif, dan saat itu pemeriksaan dilakukan di Gor Pajajaran. Meskipun beliau sudah mendapatkan hasil negatif tetapi dokter menyarankan untuk isolasi kembali selama 10 hari, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar beliau dapat beraktivitas kembali dengan aman.

Saat sudah dinyatakan negatif dan sudah benar-benar aman untuk kembali beraktivitas, dokter mewajibkan pak tanu selalu memakai masker saat keluar rumah, dan mengikuti seluruh anjuran protokol kesehatan, karena sebagai ketua RT beliau juga harus memantau warganya dan membantu untuk memberikan arahan yang tepat.

Baca:  Dokter Reisa: Dexamethasone Bukan Penangkal COVID-

Keluarga beliau yaitu istri, anak, ibu mertua, dan asisten rumah tangga juga melakukan tes swab dan semuanya mendapatkan hasil negatif.

Menurut pak Tanu jika mengalami penyakit virus ini, kita harus selalu melakukan dan berpikiran positif, karena jika kita bertindak sebaliknya maka imun di dalam tubuh kita akan menjadi lemah dan membuat keadaan semakin buruk.

Pesan dari beliau jika ada yang terpapar virus covid-19, yang utama yaitu sabar dan selalu berfikir jernih dan positif, mengkonsumsi makanan yang sehat dan minum vitamin, dan yang terpenting adalah harus memiliki semangat hidup, karena dengan itu semua kita bisa melewatinya, dan kembali sehat seperti semula. (Rubi/Ariel/Z)