Beranda News Bogor Raya

Skandal Gene Bank Bogor, Bangunan Megah Berdiri tapi Surat Izin Masih Gaib

Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (JAGARA) Bogor Raya menggelar aksi penolakan terhadap pembangunan fasilitas Gene Bank di lingkungan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Kecamatan Bogor Barat, Senin (15/6/2026).

LIPUTANBOGOR.COM – Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (JAGARA) Bogor Raya menggelar aksi penolakan terhadap pembangunan fasilitas Gene Bank di lingkungan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Kecamatan Bogor Barat, Senin (15/6/2026).

Aksi tersebut dilakukan di sekitar area proyek pembangunan yang disebut sebagai bagian dari program strategis nasional.

JAGARA menyampaikan keberatan terkait dugaan persoalan administrasi dan kelengkapan perizinan pembangunan yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Ketua Umum JAGARA Bogor Raya, Adlan Rifai, menyatakan pihaknya menemukan dugaan adanya aspek perizinan yang belum sepenuhnya terpenuhi berdasarkan kajian yang telah dilakukan organisasi tersebut.

Baca:  Groundbreaking PSEL Kayumanis Ditargetkan November 2026, Pemkot Bogor Kebut Pembangunan Akses Jalan

“Di dalam hasil kajian yang sudah kita tempuh adanya dugaan terkait perizinan yang belum diselesaikan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), baik secara hukum maupun administratif,” kata Adlan Rifai dalam surat pemberitahuan aksi.

Menurut JAGARA, pembangunan sebuah fasilitas konstruksi, terlebih yang masuk dalam kategori proyek strategis, harus memenuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku sebelum proses pembangunan berjalan.

JAGARA menyoroti sejumlah dokumen yang menurut mereka perlu dipastikan keberadaannya, mulai dari Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persetujuan lingkungan, hingga berbagai dokumen teknis lainnya.

Baca:  Cegah dan Tangkal Ancaman Sedini Mungkin, FKDM Kota Bogor Laksanakan Pembekalan Kader Intelijen Handal

“Tidak adanya izin yang dipersyaratkan, baik berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persetujuan lingkungan, maupun izin teknis lainnya, dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan administratif,” demikian pernyataan JAGARA dalam dokumen resmi pemberitahuan aksi.

JAGARA menegaskan, penolakan tersebut bukan semata-mata terhadap pembangunan fisik Gene Bank, melainkan berkaitan dengan tuntutan agar aspek legalitas, transparansi, serta prosedur administrasi proyek diperiksa kembali.

“Maka dari itu kami menolak pembangunan strategis nasional yaitu Gene Bank yang dikelola oleh PT Brantas Abipraya (Persero) yang tidak memenuhi secara administratif serta perlu ditinjau ulang mengenai pembangunan proyek strategis nasional yang berada di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi,” ujar JAGARA dalam surat pemberitahuan aksi.

Baca:  Tingkatkan Manajemen Organisasi, KNPI Kabupaten Hulu Sungai Tengah Berguru ke KNPI Kota Bogor

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari PT Brantas Abipraya (Persero) maupun pihak pengelola Rumah Sakit Marzoeki Mahdi terkait tudingan dugaan persoalan perizinan yang disampaikan JAGARA. (D2N).