Beranda Opini

Tauhid

foto : bantenpos.com

Oleh: INTAN (Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)

Bismillahirrahmanirrahim,

Sesungguhnya segala puji adalah milik Allah. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan dari Allah. Kita berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kita dan dari keburukan amal-amal kita. Barang siapa yang dapat petunjuk dari Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, tidak ada yang dapat memberikannya petunjuk.

“Saya bersaksi bahwasannya tidak ada sesembahan yang hak untuk disembah melainkan Allah, dan tiada sekutu bagi-Nya. Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.” (Kalimat Tauhid)

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imran-102)

“Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakanmu dari satu jiwa dan menciptakan dari satu jiwa ini pasangannya dan memperkembangbiakan dari keduanya kaum lelaki yang banyak dan juga kaum wanita. Maka bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasimu.”(QS. An-Nisa:1)

Baca:  Ramadhan sebagai Bulan Pembinaan

Tauhid berasal dari akar kata wahid yang artinya satu. Dalam Islam, tauhid merupakan asas keyakinan (akidah) bahwa Tuhan itu hanya satu, yakni Allah SWT dan tidak ada yang setara juga sekutu dengan-Nya. Hanya Allah yang wajib kita sembah dan dimintai pertolongan. Hanya Allah yang kita taati dan takuti. Hanya Allah yang menentukan segala sesuatu di dunia dan di akhirat (nanti).

Masalah akidah atau tauhid adalah perkara yang wajib dikaji bagi setiap Muslim. Kewajiban kita untuk meyakini Allah dan berpegang teguh kepada kitabullah dan sunnah Nabi. Tauhid merupakan dasar Iman seorang Muslim. Karena itu akan tidak sempurna Iman seorang Muslim tanpa didasarkan dengan tauhid.

Baca:  Dakwah; Beda Cara tapi Kita Terjaga dalam Ukhuwah

Dalam Islam, tauhid mempunyai peranan dan fungsi yang sangat penting. Seperti yang kita ketahui dalam rukun Islam, tauhid tercantum pada rukun Islam yang pertama. Allah meminta kita untuk mengucapkan dua kalimat syahadat yang di dalamnya terkandung kalimat Tauhid.

Islam meyakini bahwa Allah SWT adalah Esa secara mutlak, tidak berbilang dan tidak bersekutu dalam hal apapun. Untuk siapa saja yang meyakini sebaliknya, maka ia telah jatuh pada kezaliman dan dosa yang besar (syirik).

Menurut para Ulama, agar menjadi seorang Muslim yang bertauhid (muwahhid) mesti memenuhi syarat-syarat di bawah ini antara lain: Ilmu, yaitu mengetahui makna, maksud dan tujuan dari kalimat tauhid. Kedua, Yakin, yaitu meyakini dengan seyakin-yakinnya akan komitmen dari kalimat tauhid. Ketiga, Amal, yaitu menerima, meyakini dan melafalkan kalimat tauhid dengan sepenuh hati dan lisan serta dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Baca:  Kami Muslim

Keempat, Taat, yaitu tunduk dan patuh akan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa saja yang dilarang oleh-Nya. Kelima, Benar, yaitu apa yang telah ia ucapkan dengan lidah atau lisannya mesti sesuai dengan apa yang diyakininya di dalam hati. Dan keenam, Ikhlas, yaitu menerima dan mencintai kalimat tauhid dengan segala konsekuensinya.

Wallahu ‘alam . . .