Beranda Opini

Tentang Pemuda Islam

Foto : Seraamedia.com

Oleh : INTAN (Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)

Bismillahirrahmanirrahim,
Dalam sejarah Islam, pemuda memegang peranan yang sangat penting. Dalam Al-Qur’an terdapat banyak kisah tentang pemuda. Pemuda merupakan sosok yang suka berkreasi, idealis, berekspresi, tangguh dan memiliki keberanian juga bisa menjadi inspirator dan inovator lewat gagasan dan ide-ide yang dimilikinya. Pemuda juga sering disebut-sebut sebagai motor penggerak utama perubahan. Istilahnya adalah “The Agent of Change”.

Akan tetapi, saat ini fenomena yang terjadi adalah para pemuda khususnya mahasiswa yang disebut-sebut sebagai kaum intelektual kehilangan arahnya dan jati dirinya sebagai seorang pemuda Muslim yang sudah Allah titip dan percayakan sebagai seorang pemimpin. Baik pemimpin bagi dirinya sendiri, keluarganya, agama, lingkungan, bahkan nusa dan bangsa. Saat ini pemuda telah di hadapkan pada tantangan globalisasi dalam ranah kesekuleran sehingga lahirlah generasi-generasi muda yang apatis terhadap permasalahan umat juga lebih senang bersikap anarkis daripada mengedepankan nalar kritis yang idealis.

Baca:  Implementasi Pemikiran Ekonomi Al-Mawardi Era Pemerintahan Indonesia Saat Ini

Pemuda yang siap menghadapi dan menaklukan tantangan sekuler ini sanggup memikul beban dakwah dan bersedia berkorban semata-mata untuk mendapatkan keberkahan dan ridha Allah Swt. Para pemuda ini menjadikan Islam sebagai satu-satunya ideologi dan problem solving umat secara universal dan menyeluruh. Dengan di landaskan dengan akhlak yang mulia generasi muslim dapat meraih kembali gelar terbaik dari Allah SWT yakni Khairul Ummah.

Kebangkitan Islam di masa mendatang dimanifestasikan oleh pemuda, dengan syarat mereka mempunyai kesadaran dan kecintaan penuh kepada Allah dan Rasulullah. Para pemuda Islam harus membentengi diri dan mempertebal keimanannya untuk mengantisipasi tentang berbagai hal yang dapat meracuni keimanannya. Khusunya dalam persoalan tantangan pemikiran atau ghazwul fikr. Para pemuda Islam akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan (milineum ke tiga), karena itu generasi muda (remaja) harus dibina dan dididik dengan budaya Islamyang kuat, balutan adab yang mengayomi, dinamika yang relevan, kekuatan hubungan ruhaniyah dan spiritual yang didasari iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi ummat.

Baca:  KAMMI Menuju Perwujudan Prinsip Gerakan Ke-Enam

Para pemuda juga wajib dididik untuk mentaati hukum, yaitu sebagai berikut : Menanamkan dan mengaplikasikan Tauhid dan makna Tauhid di dalam kehidupannya, Keluarga menjadi pondasi utama dalam mendidik dan menghasilkan karakter pemuda yang sholih. Maka dari itu, pendididikan karakter dalam keluarga beserta hukum-hukumnya patut untuk dijalankan, Bijak memilih mana yang hak dan bathil serta menanamkan kesadaran tanggung jawab tehadap hak dan kewajiban.
Wallahu ‘alaam.