
LIPUTANBOGOR.COM – Kali ke 3 Sanggar Tari Dahayu Astramaya menggelar Evaluasi bagi seluruh anak didiknya dari semua kelas ini selama dua hari Sabtu – Minggu, 14-15 Januari 2023 , kegiatan ini bertempat di Atrium Lantai 2 Botani Square Mall pada Sabtu (14/1/23).
Sanggar tari Dahayu Astramaya yang belum genap 2 tahun berdiri ini, sudah banyak menelurkan serta menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi dan festival tari seni sunda jaipong. Adapun Sanggar Tari Dahayu Astramaya ini beralamat di Palataran Pakujajar Sipatahunan, Jalan Loader, Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor.

Disela acara, Pimpinan dari Sanggar Tari Dahayu Astramaya, Kang Andang menuturkan, ini adalah ajang evaluasi peningkatan kelas bagi anak didiknya. Mulai dari tingkatan dasar atau pemula seperti kelas 1 mau naik ke kelas 2 dan seterusnya.
” Evaluasi yang di gelar setiap 6 bulan sekali ini bertujuan merangsang pola gerak anak, yang diawali dengan dasar dan selanjutnya akan semakin naik dengan gerakan yang mulai rumit atau berat lagi tentunya. Termasuk besok jadwalnya bagi kelas yang sudah mulai berat dan akan live di iringi oleh gamelan langsung,” jelasnya.
Menurut Andang, jenis tari yang diajarkan sejauh ini masih fokus di seni tari jaipong. Kata dia, ini semua dilakukan dalam upaya memelihara dan mencintai seni budaya daerah, salah satunya seni tari jaipong.
“Tujuan utama dari kehadiran sanggar tari ini, supaya anak-anak bisa lebih mencintai dan memelihara seni budaya daerahnya sendiri dalam hal ini suku sunda. Selain itu, evaluasi ini juga memacu anak supaya berani tampil dengan mempertontonkan gerak gerik seni tari jaipong dimuka umum,” papar Andang.
Pamong Seni dan Budaya Disparbud Kota Bogor, Uci Sanusi yang hadir sebagai salah satu juri dalam giat evaluasi dari sanggar tari Dahayu Astramaya ini menyampaikan rasa apresiasinya dan bangga dengan antusiasnya anak-anak usia dini dan remaja yang masih mau memelihara seni budaya sunda ini. Dan ini termasuk salah satunya program pembinaan yang di miliki oleh setiap sanggar.
” Ini upaya untuk melihat sejauh mana perkembangan anak didiknya dalam mempelajari materi seni tari itu sendiri.Dan juga momen seperti sebagai ajang untuk melatih keberanian diatas panggung bagi seluruh anak didiknya juga, serta melihat peningkatan dari penguasaan materi yang di terimanya selama ini,” ungkap Uci.
Lebih dari itu, memang antusias anak-anak dalam mempelajari seni tari sunda ini sejak tahun 1970 an masih tetap eksis serta bertahan hingga saat ini. Terbukti masih banyak anak-anak muda yang ikut serta dalam melestarikan seni budaya sunda.
” Kurang lebih ada 27 sanggar yang selalu aktif dalam program pembinaan dan evaluasi seperti ini dari total yang tercatat sekitar 36 sanggar. Saya berharap seni budaya sunda ini harus bisa lebih atraktif dan menarik, selain perlu didorong dan dicintai perkembangannya oleh generasi milenial tentunya,” tuturnya dengan bangga.
Dalam pembinaan evaluasi ini pun seluruh siswa dari sanggar tari Dahayu Astramaya diberikan piala penghargaan sebagai apresiasi atas usaha dalam pembelajaraan materi seni tarinya. Menurut pihak panitia, dijadwalkan pada evaluasi di hari kedua esok hari, akan dihadiri oleh Wakil Walikota Dedie A Rachim.(D2N)




