Beranda Sastra & Budaya

Warisan Berharga, Pengelola Prasasti Batu Tulis “Harus dijaga!”

LIPUTANBOGOR.COM – Batu Tulis merupakan bagian dari saksi sejarah, khususnya prasasti batu tulis yang menjadi bukti keberadaan Ibu Kota Padjajaran di Kota Bogor. Prasasti batu tulis yang dibuat oleh tangan Prabu Surawisesa yang menjadi Raja Sunda selama 14 tahun (1521-1535M) sebagai peringatan mengenang kejayaan sang Ayah Prabu Siliwangi atau Sri Baduha Maharaja (1482-1521M).

“Dulu Eyang Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja di prasasti ini, di sini ada beberapa batu kurang lebihnya ada 15 batu, ada batutulis dengan tulisan pala wa, batu linga, batu telapak kaki, batu sandar, dan lain-lain” Ucap Bapak Firman selaku penjaga prasasti.

Ini semua dibuat oleh prabu surawisesa yang menceritakan silsisalah kebesaran sang ayah pada tahun 1882 (500 tahun lebih).

Baca:  Harmony In Diversity: Pesona Puncak Cap Go Meh 2026 di Bogor, Rayakan Akulturasi Budaya di Tengah Ramadan

Sejarah lahir Bogor diambil dari sejarah prasasti batu tulis. Wallahu’alam, apakah ini tapak kaki asli Prabu Siliwangi ataupun Prabu Surawisesa, karena batu ini menceritakan silsilah kebesaran Prabu Siliwangi” tambah Firman.

Jauh sebelum masa pandemi saat ini, dulu prasasti ini banyak dikunjungi oleh banyak orang dari berbagai daerah, baik untuk berziarah ataupun mencari kejelasan akan sejarah prasasti batutulis. Namun saat pandemi saat ini, prasasti batu tulis saat ini sangat jarang dikunjungi, namun masih ada beberapa yang berkunjung walau hanya sekedar melihat bukti sejarah sundah ini, Firman mengungkapkan “Biasanya 100 persen banyak yang dateng kesini sekarang bisa 50 persen sampai 25 persen.”

Baca:  Sentuh Sisi Kemanusiaan, Kang Dedi Mulyadi Minta Bogor Gelar Karnaval Pajajaran di Masa Depan

Prasasti batu tulis ini dijaga dan dilestarikan oleh keluarga Bapak Firman secara turun menurun oleh keluargnya, yang mana Bapak Firman sendiri sebagai pemandu dan sang ibu sebagai orang yang merawat prasasti batu tulis, “silsilah keluarga saya turun temurun, alhamdulillah di sini juga tanah wakaf dari kakek, saya dan ibu saya berdua, kalo ibu saya mimpin ziarah kalo ada, saya sebagai yang menjelaskan sejarah.”

Dalam menjaga kelestarian bukti peninggalan sejarah ini, Bapak Firman tidak sendiri, ada juga masyarakat yang membantu dalam menjaga dan melestarikan prasasti batutulis ini seperti bantu sebagai juru parkir, bantu bersih-bersih area prasasti.l, dan lainnya.

Baca:  Buruh Bogor Gelar Aksi di Depan Gedung Pemkab, Tolak Kebijakan Tapera

Sebagai penjaga yang melestarikan peninggalan sejarah prasasti batu tulis Bapak Firman menyampaikan pesan kepada Pemerintah untuk bisa memperhatikan peninggalan sejarah ini “alhamdulillah kalo dari pusat balai serang ada perhatiannya dibangun lagi direbah lagi, dan tolong diperhatikan oleh Pemerintah Bogor yang megang wilayah ini dibagusin lagi, kalo ada kerusakan tolong dibantu, gak minta ke pusat ajakan gak enak. Ini prasasti harus dilestarikan dan dijaga, peninggalan leluhur kita Prabu Siliwangi dan disini juga sayangnya gada area parkir kalo ada rombongan” Tutup Firman. (Nurul/Erlangga)