Beranda News Pendidikan

Workshop Perencanaan Menu untuk Mencegah Stunting di Kelurahan Mulyaharja: IPB Dorong Ibu Balita Lebih Cerdas Menyusun Menu Bergizi Seimbang

Bogor — Upaya pencegahan stunting di Kota Bogor terus mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Tim dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG), Sekolah Vokasi IPB University, melaksanakan Workshop Perencanaan Menu untuk Mencegah Stunting pada Balita di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, pada Selasa, 4 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Pencegahan Stunting melalui Pendekatan Edukasi Gizi Terintegrasi, yang menjadi salah satu kegiatan unggulan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Terpusat dan Terpadu Sekolah Vokasi IPB 2025.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi MIJMG, Ibu Annisa Rizkiriani, S.Gz., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu, dalam memastikan pemenuhan gizi balita melalui menu harian yang seimbang dan memanfaatkan bahan pangan lokal.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, dari dapur setiap keluarga. Ibu-ibu perlu tahu bagaimana menyusun menu yang cukup gizi dengan bahan lokal yang mudah dijangkau. Dengan begitu, anak-anak kita bisa tumbuh sehat, aktif, dan cerdas,” ujar Annisa.
Sementara itu, Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB University dalam mendampingi masyarakat setempat.

Baca:  Dosen SV IPB IPB University Terapkan Inovasi Teknologi Urban Farming dan Digital Marketing Bersama Warga Desa Buduan Jawa Timur

“Kami sangat berterima kasih kepada tim dosen IPB. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan agar para ibu balita di Mulyaharja semakin paham bagaimana memberi makan anak dengan benar. Semoga ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan di rumah,” ujarnya.

Tiga Sesi Edukasi Menu Sesuai Usia Balita

Workshop diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari ibu-ibu balita dan kader posyandu setempat. Kegiatan berlangsung interaktif, diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta mengenai gizi anak. Materi inti disampaikan oleh tiga dosen dari prodi MIJMG Sekolah Vokasi IPB.

Sesi pertama oleh Ibu Rosyda Dianah, S.KM., M.KM., membahas tentang perencanaan menu bayi usia 6–8 bulan dan 9–11 bulan, termasuk pengenalan tekstur makanan, frekuensi makan, dan contoh olahan bergizi seperti Schotel Soun yang dikukus lembut dengan bahan dasar soun, telur puyuh, dan sayuran parut.

Sesi kedua dibawakan oleh Ibu Annisa Rizkiriani, S.Gz., M.Si., yang menjelaskan menu anak usia 12–23 bulan dengan menekankan pentingnya transisi menuju makanan keluarga dan dominasi protein hewani. Peserta juga diperkenalkan dengan resep Bola-Bola Tahu, inovasi kudapan bergizi berbahan dasar tahu putih dan telur puyuh yang mudah dibuat di rumah.

Baca:  Kenalkan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana, Kemensos RI Kolaborasi dengan Dinsos Kota Bogor Gelar Sosialisasi dan Bimtek Tanggap Bencana untuk Sekolah

Sesi ketiga disampaikan oleh Ibu Mia Mustika Hutria Utami, S.Gz., M.Gz., yang membahas menu anak usia 2–5 tahun. Dalam paparannya, Mia menekankan bahwa anak usia prasekolah tetap membutuhkan makanan seimbang dan cukup cairan setiap hari. Salah satu contoh menu yang diperkenalkan adalah Bola-Bola Mie, kudapan berbasis mie telur dan telur puyuh dengan kandungan energi seimbang.

Setiap sesi dilengkapi dengan contoh resep, prosedur pengolahan, serta nilai gizi per porsi, sehingga peserta dapat memahami hubungan antara bahan, teknik memasak, dan kebutuhan gizi anak sesuai usia.

Hasil Positif dan Langkah Lanjutan

Setelah mengikuti sesi edukasi, peserta menjalani post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu-ibu tentang prinsip gizi seimbang, tekstur makanan sesuai usia, dan pentingnya protein hewani bagi pertumbuhan balita.

Baca:  Kerja sama strategis antara Pemuda Kiara Kota Bogor Pendidikan Ibnu Sina, dan LPK Jiritsu Nusantara: Kesempatan Emas bagi Pemuda dan Masyarakat Kota Bogor untuk Magang di Jepang

Sebagai tindak lanjut, pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan praktik memasak (cooking class) dengan tema “Memasak Menu Bergizi untuk Balita”. Dalam kegiatan ini, peserta akan mempraktikkan secara langsung berbagai menu yang telah direncanakan pada pertemuan pertama.

Selain itu, setiap peserta juga menerima buku “Pandai Menyiapkan MPASI” yang dilengkapi dengan kalender gizi keluarga, sebagai panduan harian dalam menyiapkan makanan sehat untuk anak di rumah.

Sinergi Akademisi dan Masyarakat

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga beberapa mahasiswa MIJMG yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan, dokumentasi, serta pendampingan peserta selama workshop. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan diseminasi hasil kajian gizi terapan.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Vokasi IPB berharap dapat memperkuat peran masyarakat dalam mencegah stunting melalui pendidikan gizi yang aplikatif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat IPB University untuk “Inspiring Innovation with Integrity.” (*)