LIPUTANBOGOR.COM – Ketimpangan cukup unik terjadi pada persiapan operasional Koperasi Merah Putih (KKMP) di Kota Bogor. Di satu sisi, sebanyak 68 calon manajer sedang digembeleng dalam pelatihan bela negara. Namun di sisi lain, fisik gerai yang siap ditempati justru baru terbangun di lima lokasi saja.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian (KUMKM Dagin) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, membenarkan bahwa alokasi SDM manajerial tersebut ditargetkan untuk seluruh unit koperasi yang ada di wilayahnya.
”Jumlah manajer memang disesuaikan dengan total koperasinya, yakni 68 orang. Saat ini seluruh calon manajer tersebut masih dalam masa pendidikan,” jelas Rahmat pada Rabu (22/7) yang lalu.
Sayangnya, kesiapan pasokan manajer ini berbanding terbalik dengan infrastruktur lapangan. Pembangunan gedung gerai fisik hingga saat ini baru menyasar lima titik dengan progres beragam:
KDKMP Ciparigi: 100 persen (rampung)
KDKMP Cilendek Timur: 95 persen
KDKMP Ciluar: 89,80 persen
KDKMP Rancamaya: 85,80 persen
KDKMP Pasir Kuda: 15,90 persen
Kondisi ini memicu tanda tanya terkait skema kerja puluhan manajer yang unit gerainya belum berwujud. Menanggapi hal tersebut, Rahmat mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
”Mengenai mekanisme penempatannya seperti apa untuk gerai yang belum ada, kami belum tahu pasti. Kita masih menunggu kebijakan pusat terkait teknis penempatan SPPI sebagai Manajer KKMP tersebut,” akunya.
Kendati mayoritas belum memiliki toko atau gedung fisik mandiri, Pemkot Bogor mengklaim roda organisasi di 68 Koperasi Merah Putih yang disahkan sejak 12 Juli 2025 tersebut sebenarnya sudah berputar.
”Seluruh KKMP di Kota Bogor sudah beraktivitas. Karena belum ada gerai, untuk sementara mereka menumpang berkantor di kantor kelurahan, rumah pengurus, atau tempat lainnya,” papar Rahmat.
Aktivitas manajerial dasar seperti penggalangan anggota, pengelolaan simpanan pokok dan wajib, hingga Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2026 disebutnya sudah berjalan tanpa kendala berarti. Bahkan, ada unit yang tetap mengukir prestasi meski ‘tanpa rumah’.
”Contohnya KKMP Curug Mekar. Meski belum punya gerai khusus, kinerja mereka dinilai cukup baik sampai diundang langsung dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di GBK dan agenda Kementerian Desa di TMII,” tutupnya.(D2N)





