Beranda News Bogor Raya

Bawaslu Identifikasi Potensi Pelanggaran dan Lakukan Patroli Menjelang Pilkada

LIPUTANBOGOR.COM – Komisioner Bawaslu Kota Bogor, Supriantona Siburian, hari ini memimpin rapat koordinasi dengan Stakeholder, termasuk partai politik, dalam persiapan menghadapi tahapan Pilkada hingga hari pencoblosan pada 27 November mendatang.

Rapat ini bertujuan untuk memastikan pencegahan dan penanganan pelanggaran selama masa kampanye, yang berlangsung di Sahira Hotel Bogor, Jalan Ahmad Yani pada 1 November 2024.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk mematuhi aturan yang berlaku dan mengedepankan pencegahan dalam setiap tahapan,” ujar Supriantona pada Jum’at (1/11).

Baca:  2000 Anak Muda GENJET Kawal Kampanye Akbar, Siap Menangkan Dedie-Jenal

Dalam kesempatan ini, Supriantona juga menjelaskan bahwa Bawaslu telah mengidentifikasi beberapa potensi pelanggaran dan saat ini aktif melakukan patroli malam di setiap wilayah kecamatan untuk mencegah tindakan-tindakan melanggar ketentuan, termasuk perusakan alat peraga kampanye (APK).

Dalam rapat ini, Supriantona menyampaikan hasil koordinasi dengan Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, yang telah mendukung upaya preventif di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami meminta agar setiap pihak turut berperan dalam menjaga keberlangsungan kampanye yang tertib dan kondusif,” tambahnya.

Bawaslu mencatat adanya sejumlah pelanggaran administratif yang terjadi di beberapa kecamatan, seperti pelanggaran zona kampanye yang telah ditentukan oleh KPU. Supriantona menegaskan, pihaknya telah memberikan teguran kepada pasangan calon yang melanggar zona tersebut sebagai langkah penegakan aturan.

Baca:  Srikandi PLN Jabar dan YBM Gelar Trauma Healing dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Korban Bencana Sukabumi

Dengan masa kampanye yang tersisa 23 hari, Bawaslu berharap seluruh elemen masyarakat dan tim kampanye pasangan calon dapat melaksanakan kegiatan kampanye yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta peraturan Bawaslu.

“Kami ingin masa kampanye ini berlangsung bersih dan sehat, agar masyarakat bisa menentukan pilihannya dengan bijak,” tutup Supriantona.(D2N)