Beranda News Bogor Raya

BEM FAI UIKA Bogor Peringati Peduli TOSS

BEM FAI UIKA peduli TOSS

LIPUTANBOGOR.COM – BEM FAI UIKA Bogor peduli TOSS (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh) diperingati sebagai Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia (World Tuberculosis Day). Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor (BEM FAI UIKA Bogor) ikut peringati dan peduli para penderita penyakit TBC, pada Minggu (24/3/2019)

BEM FAI UIKA menyebarkan E-poster yang menuliskan caption “STOP TBC!!! Mari jaga kesehatan kita bersama dengan menjalani pola hidup sehat”. Pada peringatan peduli TOSS kali ini Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mengangkat tema “Saatnya INDONESIA BEBAS TBC mulai dari Saya”. Penyakit Tuberculosis atau yang akrab di dengar dengan TBC ini merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya.
Indonesia merupakan negara yang memiliki catatan kematian cukup banyak bagi para penderita TBC. Hal senada diungkapkan oleh F “Memang penyakit TBC merupakan penyakit kematian tertinggi di Indonesia tapi banyak juga yang bisa sembuh melawan TBC. Kuncinya adalah ‘Fokus pengobatan, semangat berjuang dan yakin’.”

Baca:  Aksi Nyata Folusi Senja, Komunitas Anak Jalanan yang Peduli Lingkungan

F yang merupakan mantan pasien TBC yang sudah dinyatakan sembuh ini menyatakan “Menurut aku ga ada sukanya karena namanya sakit pasti lebih ke duka. Mungkin lebih ke rasa syukur dan percaya bahwa ada hikmah setiap ujian yang Allah berikan. Dukanya itu saat dokter mengatakan ‘F maaf ya kamu di diagnosa positif TBC harus pengobatan enam bulan’,”ungkapnya.

Baginya enam bulan bukan waktu yang singkat untuk berjuang melawan penyakit mematikan ini “Enam bulan itu bukan waktu yang singkat jalanin pengobatan. Tapi harus dipaksain untuk terus ikhtiar agar bisa sembuh meski hanya Allah lah yang mentakdirkan kita sembuh.” Lanjutnya. “Sempet hiseteris pas seminggu jalanin pengobatan karena berat badan nurun 10 kg dari 41 ke 31 Kg, muka semakin menghitam gitu karena dosis obatnya, dan obatnya itu banyak banget, pait pula,” tambahnya.
“Capek juga bolak balik rumah sakit, nyusahin orang tua. Rasa minder karena penyakit TBC ini kan menular yaaa jadi takut ngasih virus ke orang.”, ungkapnya lagi.

Baca:  Mafia Parkir Trotoar Mayor Oking Dilaporkan: AMBB Desak Jaksa Usut Aliran Dana ke Oknum Pejabat

Di sisi lain, terdapat rasa syukur mengalir dalam dirinya dengan ujian penyakit ini bahwa apapun ujian yang diberikan kepada kita sebagai umat manusia, harus tetap husnudzan kepada Allah. Karena ujian adalah pertanda iman masih di dada dan mendapati ujian adalah suatu bentuk prasangka baik kepada-Nya. “Mungkin Allah memberikan rasa sakit ke aku itu sebagai penggugur dosaku dan mungkin juga Allah memberi teguran buat aku agar aku sadar bahwa kesehatan itu sangat penting. Jadi jangan pernah zolim pada hak tubuh kita.”, jelasnya.

“Selain itu juga, aku bersyukur banget karena banyak yang mendoakan, mensupport, dan menasehati agar bisa kuat untuk melawan penyakit itu. Ga ada yang jauhin malah banyak yang lebih dekat. Dan Sekarang jadi lebih sadar bahwa Allah tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hambanya dan setiap ujian yang Allah berikan pasti akan ada hikmahnya.”, jelasnya lagi.

Baca:  Intiwhiz Rayakan 9 Tahun Whiz Mate dengan Diskon, Double Points dan Hadiah Menginap

Sebagai penderita TBC yang sudah kembali sehat, F menitipkan pesannya kepada para penderita TBC di Dunia yang masih berjuang melawan Tuberculosis “Pesan untuk orang yang sedang berjuang melawan TBC adalah fokus pada pengobatan. Jangan sekalipun telat dan enggan minum obat. Dan jangan pula minder yang berlebihan dan memikirkan perkataan orang lain.”, ungkapnya.

“Yakin bahwa Allah akan beri kesembuhan terhadap kita. Tinggal kitanya harus ikhtiar terus. Di awal-awal pengobatan emang sakit luar biasa tapi setelah melewati tiga bulan pengobatan, fisik bisa jadi stabil lagi. Dan karena hari ini hari TBC sedunia sikap kita adalah kenali penyakit TBC, cegah penyakitnya, dan jangan jauhi penderitanya.”, tutupnya. (Intan/J)