Beranda News Bogor Raya

Camp Muaythai Se-Kota Bogor Ajukan Permohonan Pengunduran Waktu Muskot Pengcab Muaythai Kota Bogor

LIPUTANBOGOR.COM – Sembilan camp Muaythai yang terdaftar di Kota Bogor menyampaikan pernyataan resmi terkait pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Kota Bogor. Kesembilan camp/unit tersebut adalah Brock Fighter, Aji Fighting Club, Asta, Reborn, Legacy Muaythai, Top Muaythai, UKM Muaythai UNPAK, Archon Fighting Academy, dan Cyborg Fighting Club Bogor.

Mereka mengajukan permohonan kepada Ketua Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Jawa Barat, Evi Silviadi SB, untuk menunda pelaksanaan Muskot yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Pernyataan sikap ini mencuat akibat sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proses persiapan Muskot, yang menurut mereka tidak sesuai dengan prinsip musyawarah yang demokratis dan transparan. Adapun beberapa poin yang menjadi sorotan utama adalah:

1. Kurangnya Sosialisasi
Camp/unit Muaythai Kota Bogor mengeluhkan kurangnya sosialisasi terkait pelaksanaan Muskot. Proses yang berjalan dinilai tidak transparan dan tidak memberikan pemahaman yang memadai kepada seluruh pihak terkait, khususnya para anggota camp yang terdaftar.

Baca:  Peduli Kesehatan Masyarakat Kota Bogor, Rizaldy D Priambodo Caleg Partai Gerindra Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis di Tiga Lokasi ini

2. Tidak Dilibatkan dalam Proses Pengambilan Keputusan
Camp/unit merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting, termasuk dalam pemilihan Ketua Pengcab Muaythai Kota Bogor. Padahal, mereka sudah terdaftar dan terverifikasi sesuai dengan AD/ART PBMI, sehingga seharusnya memiliki hak untuk berpartisipasi secara langsung.

3. Ketidakjelasan Undangan Muskot
Dalam surat yang dikeluarkan oleh Ketua Pelaksana Muskot Nomor 003/MUSKOT/BGR/I/2025 tertanggal 21 Januari 2025, tidak ada penjelasan yang jelas mengenai camp/camp yang diundang untuk menghadiri Muskot. Hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan camp/unit Muaythai di Kota Bogor.

Baca:  Momentum Peringatan HJB ke 541, Kadisparbud Kota Bogor Mengajak Pelihara dan Jaga Pusaka yang Ada

4. Ketidakterbukaan dalam Pendaftaran Calon Ketua Umum
Proses pendaftaran calon Ketua Umum Pengcab Muaythai Kota Bogor juga menjadi sorotan. Salah satu anggota camp yang mencoba mengonfirmasi pendaftaran pada 26 Januari 2025 tidak mendapatkan tanggapan dari panitia. Baru pada 27 Januari 2025, pihak panitia menginformasikan bahwa pendaftaran telah ditutup, meskipun sebelumnya tidak ada pengumuman atau sosialisasi terkait hal tersebut.

5. Kontradiksi Pernyataan Panitia Muskot
Dalam sebuah pemberitaan di situs web mediasuaratnipolri.com, panitia Muskot menyatakan bahwa proses pendaftaran calon Ketua Umum dilakukan secara terbuka dan transparan. Namun, kenyataannya, proses tersebut berjalan tertutup dan tanpa adanya sosialisasi yang memadai.

6. Permintaan Kepanitiaan Muskot Diformulasikan Ulang
Dengan mempertimbangkan sejumlah kejanggalan tersebut, camp/unit Muaythai Kota Bogor meminta agar kepanitiaan Muskot dibentuk kembali. Mereka menuntut adanya transparansi dan kesempatan yang setara bagi seluruh pihak yang memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Pengcab Muaythai Kota Bogor.

Baca:  Akhirnya, Gerindra Resmi Rekomendasikan Jenal Mutaqin Sebagai Cawalkot Bogor, Langkah Pertama Menuju Pilkada 2024

Melalui permohonan ini, camp/unit Muaythai Kota Bogor berharap agar Pengurus Muaythai Provinsi Jawa Barat dapat menanggapi dengan bijaksana dan segera menunda pelaksanaan Muskot. Mereka menginginkan musyawarah yang sehat, adil, dan sesuai dengan semangat AD/ART Muaythai Indonesia, demi menjaga integritas serta perkembangan olahraga Muaythai di Kota Bogor.

Tujuan utama dari permohonan ini adalah untuk memastikan bahwa proses Musyawarah Kota (Muskot) berlangsung secara demokratis, transparan, dan inklusif, guna menciptakan kepemimpinan yang kuat dan profesional dalam Pengcab Muaythai Kota Bogor.