Beranda News Bogor Raya

Diduga Ada intervensi dari Oknum terhadap Para agen E-Warung di Kecamatan Rancabungur

BOGOR,LIPUTANBOGOR.COM – Bantuan Pangan Non Tunai yang selanjutnya disingkat (BPNT) adalah Bantuan Sosial yang disalurkan secara non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap bulannya melalui uang elektronik selanjutnya digunakan untuk membeli bahan pangan yang telah ditentukan di e-warong.

Namun diduga dalam penyaluran BPNT yang disalurkan 18 Oktober 2021 di Kecamatan Rancabunggur Kabupaten Bogor, terlihat adanya kecurangan yang dilakukan oleh 6 agen penyaluran BPNT, yang menarik saldo Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) BPNT milik para KPM lebih awal oleh masing-masing agen Sembako BPNT di 6 desa, se-Kecamatan Rancabunggur.

Baca:  Danrem 061/Sk Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Bagikan Lima Ton Beras Buat Orang Tidak Mampu

Komoditi di bagikan setelah 4 hari kemudian, artinya Agen memakai uang KPM. Hal ini dikatakan 1 KPM yang tidak mau disebutkan namanya, saat dijumpai rekan Media, ia juga menambahkan, ” bisa dimungkinkan agen tidak memiliki modal untuk belanja komoditi padahal Agen/e warong harus sudah siap dan mampu menyediakan komodoti sesuai kebutuhan KPM” pungkasnya.

Dalam pantauan media terlihat beberapa KPM merasa kebinggungan setelah melakukan transaksi penarikan saldo yang ada di kartu KKS masing-masing dengan struk Belanja. Namun barang nya tidak tersedia di agen e-warung Bank Mandiri.

Baca:  PPKM Mikro Stasioner Polsek Sukaraja Terus Dilaksanakan

Seperti. (1). Agen Ajat, Desa Mekar Sari (2).Agen Holili, Desa Candali. (3) Agen Dede Sutisna, Desa Rancabungur (4). Agen Hasanah, Desa Cimulang. (5). Agen Budi, Desa Pasir Gaok (6).Agen Rusdi, Desa Bantarsari. Namun belum dapat disalurkan.

Jelas saja dalam hal ini para KPM dibuat binggung dan kecewa saat mereka pulang dengan dengan tangan hampa.

Dalam hal ini diduga Rancabunggur lalai dan tidak maksimal dalam menjalankan Tupoksi, yakni melengkapi data KPM membuat jadwal distribusi KKS, menyusun laporan penyaluran BPNT, melakukan sosialisasi kepada KPM. Serta melakukan pemantauan pelaksanaan jalannya program BPNT tersebut. Hal ini merupakan cacatan sejarah buruk dalam penyaluran program BPNT 2021 di Kecamatan Rancabungur.

Baca:  Lebaran dan Pandemi Kapitalisme, Hari Pembebasan yang Tidak Terbebaskan

 

Reporter: (Tim/Red)

Editor: Asim