LIPUTANBOGOR.COM – 2019 dimana perkembangan teknologi semakin maju dan produk teknologi semakin bersaing menyajikan kemudahan untuk para penggunanya. Jaringan internet yang menjadi kebutuhan dan sudah tak bisa di pisahkan dalam kehidupan sehari-hari kini semakin cepat dari GPRS, HSPDA, 3G,4G, bahkan sekarang sudah 4G+ dan sebentar lagi 5G akan diluncurkan. Memudahkan kita berkomunikasi sekarang jarak tak menjadi hambatan untuk kita berkomunikasi kepada sahabat, saudara, kerabat, dll.
Namun tidak untuk masyarakat Kampung Susukan Desa Banyuwangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Dimana jaringan telekomunikasi tidak sampai kesana. Di wilayah ini jangankan jaringan internet yang cepat, untuk jaringan telepon pun tak ada. Masyarakat harus menaiki bukit atau berjalan kira-kira 7KM untuk mendapat jaringan internet atau jaringan telepon.
Itu pun tidak kerlalu bagus karena untuk membuka aplikasi sosial media sangat labat dan butuh kurang lebih setengah jam untuk langsung terhubung.
Kami pun mewawancara aktivis lingkungan dan penggagas #savedesabanyuwangi.
Yaitu, Fajar Hayatul Muttaqien menyatakan.
“saya sebagai masyarakat desa banyuwangi sudah beberapa kali menemui dan mengirim surat pemberitahuan kepada provider jaringan telekomunikasi mereka menjawab kami akan cek setelah itu tak ada konfirmasi lagi. Yang anehnya jarak antara kecamatan dimana hanya disana yang ada jaringan tidak terlalu jauh dan melihat desa lain yang lebih jauh dari desa kami sudah bediri tower-tower beberapa provider jaringan telekomonikasi, lantas kenapa di desa kami sulit sekali untuk mendapatkan jaringan?
Saya juga mulai mencari informasi dan informasi yang saya menyimpulkan adanya dugaan kesengajaan aparatur terkait menghalangi provider jaringan untuk membuat pemancar atau tower di desa kami karena dengar isu yang berkembang ada salah satu masyarakat yg di intervensi oknum apatur desa agar tidak menyebarluaskan di media sosial apapun yang berkaitan di desa kami salah satunya tidak adanya jaringan telekomunikasi ini. Kami berharap kepada pihak terkait untuk cepat tanggapi minimnya jaringan telekomonikasi ini” tuturnya. (Indra Nurachman)






Bukan hanya jaringan internet saja, tapi sekolah”, klinik, puskesmas, itu minim sekali akses jalan juga agak susah karna masih banyak yang belum di perbaiki