Beranda Profil

Fashion Style “Street Style” Ternyata Jadi Tren Kalangan Anak Gen Z, Lho!

BOGOR,LIPUTANBOGOR.COM – Belakangan ini gaya fashion “Street Style” menjadi salah satu tren atau gaya yang digandrungi anak muda di Indonesia. Sebenarnya tidak hanya kalangan remaja Indonesia saja yang menyukai tren ini, tetapi banyak remaja di berbagai negara juga memilih fashion style “Street Style” untuk gaya mereka.

Sebenarnya apa sih Street Style itu dalam dunia fashion? Ternyata “Street Style” tidak hanya sekadar tren tetapi sudah menjadi budaya, lho! Dilansir dari Messycloset, pengertian Street Style sendiri adalah gaya fashion yang tumbuh dari jalanan dan bukan dari fashion show atau desainer.

Beberapa tahun terakhir gaya fashion Street Style semakin booming dan menjadi ikon untuk para anak muda, di mana biasanya Street Style selalu identic dengan anak muda Gen Z.

Tapi kalian para Gen Z tau gak, nih? Street Style yang sedang tren dikalangan anak muda itu berawal dari street photography. Pada tahun 1978, seorang fotografer fashion bernama Bill Cunningham menjadi pencetus pertama Street Style berkat hobinya mengambil gambar gaya berpakaian orang-orang di jalanan.

Pada saat itu Bill Cunningham sebagai seorang fotografer yang memiliki hobi memotret orang-orang yang sedang berlalu lalang, Ia dengan tidak sengaja memotret seorang aktris kelahiran Swedia bernama Greta Garbo yang gaya berpakaiannya sangat elegan. Foto tersebut menjadi inovasi pada saat itu dan merupakan foto pertama di mana seorang fotografer memotret seorang selebriti tanpa sepengetahuan dan izin seperti seorang paparazzi.

Baca:  Abdy Putra Prayoga, Bangun Dawai Outdoor dari Hobi

Namun, bagaimana sejarah “Street Style” ini lahir ke dunia fashion sehingga digemari sebagai “kiblat” fashion anak Gen Z?

Sejarah Street Style Dalam Dunia Fashion

Dalam sejarahnya, Street Style bermula di Inggris. Istilah ini mengacu pada gaya fashion yang tidak mainstream dan bersifat individual. Street Style memang berfokus pada tren, dan kadang street styler ini malah menciptakan tren unik tersendiri. Street Style berfokus pada gaya individu yang unik dan bisa menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan diri.

Awal kebangkitan Street Style di dunia khalayak konon mulai berkembang sejak 2006, saat hasil foto Scott Schuman muncul di Milan Spring Men 2007. Sementara pada abad ke-21 anak-anak muda di Jepang mulai mengadaptasi Street Style dengan cara memadukan baju tradisional dengan mode masa kini.

Fenomena Street Style sebenarnya sudah ada sejak awal abad ke-20. Namun, baru memberikan dampak besar dalam dunia fashion setelah Perang Dunia 2. Nama besar seperti Christian Dior dan Pierre Balmain turut berkontribusi dalam hal ini, karena memberikan kebebasan dalam hal fashion.

Di era tersebut, Street Style umumnya dikuasai oleh brand high-end. Tidak seperti sekarang ini, dunia fashion menjadi lebih luas dan setiap orang tidak harus menggunakan brand terkemuka agar bisa menciptakan tren di dunia fashion.

Tidak seperti fashion lainnya terutama gaya fashion ala desainer yang biasa disebut high fashion, Street Style meliputi berbagai macam gaya yang unik dan berbeda karakter. Maka dari itu, Street Style disebut sebagai salah satu gaya individu dengan bagaimana ia mengekspresikan dirinya melalui gaya fashion yang sesuai dengan selera berpakaian mereka.

Baca:  Ade Ridwan Sukses Menekuni Kaligrafi Scratch Art Paper

Memasuki abad Gen Z yang saat ini apapun sudah dapat diakses melalui internet dengan mencari berbagai inspirasi gaya fashion terkini budaya Street Style semakin menjamur dan berkembang.

Lewat permainan gaya fashion dan aksesoris, Street Style menjadi cara untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki, seperti memadukan crop tee dan ripped jeans dengan menggunakan chain necklace (kalung rantai) sebagai aksesori agar terkesan tidak monoton.

Dalam dunia Street Style ini tentunya bisa membantu siapa saja untuk menonjolkan dirinya dan kreativitasnya dalam dunia fashion. Siapa saja bisa menciptakan tren baru dan unik dalam dunia fashion.

Karakteristik Street Style terletak pada gaya yang otentik dan kreatif, sebab mengutamakan personal style setiap orang. Dalam perkembangannya, Street Style di pertengahan abad 20 memiliki kaitan erat dengan industri fashion. Street Style dulu sangat berbeda dengan Street Style saat ini.

Saat ini, Street Style terlihat lebih simple dan terkait dengan mass fashion industry. Hal ini turut dipengaruhi oleh berubahnya kondisi sosial, budaya, dan ekonomi. Ada dorongan yang membuat orang-orang ingin tampil berbeda dan tidak ingin mengikuti tren yang diciptakan oleh industri fashion. Beberapa grup pun bermunculan, seperti hippies, punks, goths, dan bikers. Street Style ini umumnya dipopulerkan oleh anak-anak muda perkotaan, Dari hasil memadukan fashion itulah berbagai gaya fashion Street Style muncul.

Baca:  Pusat Pengobatan Alat Vital Kota Pekanbaru Terbaik, Hj Mak Erot Bapak H Zaenal

Di Indonesia sendiri budaya Street Style ini sangat marak di kalangan anak muda Generasi Z, lho! Seperti Street Style pada umumnya di berbagai negara belahan dunia, Street Style yang berkembang di Indonesia tidak mematokkan gaya atau fashion apa agar dapat disebut sebagai “Street Style”, seperti Street Style pada umumnya, siapapun bisa menciptakan gaya sesuai dengan kenyamanan setiap orang dalam mengenakan fashion itu sendiri.

Dengan perkembangan Street Style yang semakin pesat, kini fashion tidak lagi terbatas hanya pada urusan foto saja, namun ada idealisme yang dibawa oleh orang-orang yang mengenakan dan menjadikan Street Style sebagai kiblat fashionnya. Di negara-negara lain yang memiliki kondisi perbedaan musim, mereka umumnya memiliki Street Style yang berbeda sesuai dengan musimnya dan mereka para anak-anak muda memadupadankan gaya tersebut agar tetap terlihat kekinian dan tidak ketinggalan zaman.

Setiap orang memiliki perbedaan sense dalam dunia fashion, maka dari itu Street Style ini menjadi salah satu kiblat untuk para Generasi Z, di mana mereka lebih bebas berekspresi melalui apa yang mereka kenakan, tanpa harus terlihat kuno dan tidak up-to-date. Street Style ini menjadi salah satu bentuk gaya kekinian, namun tetap pada fasion sense masing-masing orang.

 

Penulis : Putri Annisya Alfachrin

Editor   : Dadan Gandara