Beranda News Bogor Raya

Heboh Tuduhan Jaringan Tramadol, Rizwan Riswanto Dilaporkan ke Polda: Polisi Diminta Bongkar Sampai Akar

BOGOR – Kasus viral tuduhan sebagai bagian dari jaringan tramadol jalur Depok – Bogor oleh akun instagram @om_matel62 terhadap aktivis sosial sekaligus wartawan Rizwan Riswanto (RR) berbuntut panjang.

Sejumlah elemen masyarakat Bogor yang peduli dengan pemberantasan narkoba di wilayah Bogor, mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak tegas.

Tidak hanya mendesak saja, mereka bahkan melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian agar segera mengungkapkan kasus tersebut.

Adalah Jaringan Aksi dan Harmonisasi Pemuda Bogor (Jernih Bogor) bersama Perhimpunan Masyarakat Bogor Bergerak (PMBB) mengambil langkah konkret dengan melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polres Bogor, hingga Polres Metro Depok.

Langkah ini menjadi bukti bahwa masyarakat Bogor tidak lagi bisa mentolerir praktik-praktik gelap yang berlindung di balik atribut profesi.

“Informasi dari akun @om_matel62 sebagai bahan awal bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Jika memang oknum RR terlibat dalam jaringan narkoba, kepolisian harus berani bertindak,” ujar Koordinator Jernih Bogor kepada wartawan.

Baca:  Peringati Hari Bumi, DPD KNPI Kota Bogor Gandeng KPA Kabut Senja

Lebih lanjut dia mengatakan, proses hukum ini harus dilakukan agar posisi RR menjadi jelas, tidak hanya menjadi opini liar di media sosial.

“Kita melaporkan dugaan jaringan narkoba, khususnya Tramadol di jalur Depok – Bogor ini agar statusnya jelas, tidak hanya menjadi opini liar. Jika memang ada keterlibatan yang bersangkutan, polisi harus bertindak tegas. Demikian juga sebaliknya, ” tegasnya.

Jernih Bogor bersama PMBB menilai bahwa secara substansi, jika dugaan ini terbukti, maka yang terjadi bukan hanya pelanggaran hukum biasa, melainkan pengkhianatan ganda: terhadap hukum dan terhadap kepercayaan publik.

Menurutnya, wartawan memiliki akses, jaringan, dan legitimasi sosial—ketika semua itu disalahgunakan untuk mendukung peredaran obat terlarang, maka potensi kerusakannya menjadi berlipat ganda.

“Ini bukan sekadar pelaku individu, tetapi potensi simpul dalam jaringan yang lebih luas dan terorganisir,” katanya.

Dampak paling mengkhawatirkan dari praktik ini adalah kehancuran perlahan generasi muda.

Peredaran obat-obatan terlarang tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan masa depan—memutus akses pendidikan, meningkatkan kriminalitas, dan menciptakan lingkaran sosial yang rusak.

Baca:  Bogor Polsek Rancabungur Gelar Vaksinasi Massal 

Dalam jangka panjang, ini adalah ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia di Bogor dan Depok, bahkan terhadap arah pembangunan bangsa secara keseluruhan.

Jernih Bogor bersama PMBB berharap agar penanganan kasus ini tidak setengah hati. Aparat penegak hukum dituntut bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi.

“Penegakan hukum harus menjangkau hingga ke akar jaringan, bukan berhenti pada permukaan. Jika kasus ini dibiarkan atau ditangani secara lemah, maka pesan yang muncul adalah bahwa hukum bisa dinegosiasikan—dan itu jauh lebih berbahaya daripada kejahatan itu sendiri. Publik kini menunggu, apakah hukum benar-benar berdiri tegak, atau justru tunduk pada kekuatan di balik layar,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Akun Instragram @om_matel62 membuat heboh aktivis Kabupaten Bogor, Selasa (24/3/2026).

Secara gamblang, Om Matel62 menyebut Ketua NGO Kabupaten Bogor Bersatu (KBB) Rizwan Riswanto diduga terlibat dalam jaringan peredaran tramadol di wilayah Kota Depok – Bogor.

Baca:  Pasca Pengumuman Pilpres, Ribuan Petugas Gabungan di Kota Bogor Disiagakan

“Ada yang menarik dari peredaran obat-obat terlarang dijalur Depok – Bogor. Nama Rizwan Riswanto menjadi tokoh dalam jalur peredaran Depok – Bogor,” kata Om Matel62.

Om Matel62 pun menjanjikan akan mengupas tuntas jaringan narkoba jalur Depok – Bogor tersebut, jika postingannya ini ramai di media sosial.

“Kalau ramai, nanti kita kupas jaringan narkoboy jalur Depok – Bogor ini. Dan skandal oknum wartawan ini,” cuit Om Matel62.

Menanggapi adanya tudingan dari akun Om Matel62 tersebut, Rizwan Riswanto kepada media menyatakan jika tudingan itu merupakan fitnah untuk menyerang pribadinya.

Ia menegaskan bahwa tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tidak memiliki dasar dan tidak pernah dikonfirmasi kepadanya.

“Informasi itu tidak benar dan sangat merugikan nama baik saya. Tidak ada klarifikasi, tidak ada data, tiba-tiba muncul dan menyebar,” tegas Rizwan Riswanto. (***)