Beranda News Bogor Raya

HMI MPO Protes Kelangkaan Minyak Goreng hingga Penundaan Pemilu

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor menggelar demonstrasi, di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Jumat (4/3/2022).

LIPUTANBOGOR.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Bogor menggelar demonstrasi, di kawasan Tugu Kujang, Kota Bogor, pada Jumat (4/3/2022). Demonstrasi ini menyikapi polemik harga Minyak Goreng hingga wacana penundaan Pemilu 2024.

Pada pukul 15.38 WIB, para demonstran bergerak menuju ke pintu 3 Istana Bogor. Saat sampai ke depan pintu 2 Kebun Raya Bogor, mereka dihadang aparat keamanan agar tidak meneruskan aksinya ke Istana Bogor.

Koordinator aksi, Abdul Basith mengatakan bahwa, HMI MPO melihat kondisi Ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal itu tandai dengan kelangkaan komoditas tahu dan tempe di pasaran akibat melonjaknya harga kedelai impor.

Baca:  Jelang HUT RI ke-79, PLN Bogor Hadirkan Promo Belanja untuk Dapatkan E-Voucher Tambah Daya Hingga 2 Juta Rupiah

Selain itu, juga hilangnya daging sapi dan minyak goreng di pasaran yang yang tidak bisa diatasi oleh pemerintah. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah membongkar mafia kartel minyak goreng.

“Jokowi dan KPPU untuk segera membongkar mafia kartel minyak goreng yang mencekik rakyat,” kata Basith dalam pernyataannya.

Dalam aksinya, HMI MPO juga mempersoalkan wacana penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan sejumlah elite politik dengan alasan pemulihan ekonomi. Abdul Basith menilai, wacana tersebut terdapat kepentingan elite politik untuk menduduki kursi jabatan.

Baca:  Kian Maraknya Aksi Rojali Nekad, Jajaran Polresta Bogor Kota Akan Berikan Tindakan

Karenanya, dia meminta Jokowi untuk segera menghentikan segala manuver para elite politik yang menggaungkan penundaan Pemilu karena dinilai telah melanggar Konstitusi dan merusak iklim Demokrasi.

Dalam aksinya, para demonstran melakukan orasi secara bergantian. Mereka juga mengibarkan bendera organisasi dan membentangkan spanduk bertulis “Jumat Menggugat”, “Pejuang Lingkungan Bukan Kriminal”, dan “Tolak Penundaan Pemilu”.

Merespons aksi itu, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel inf Roby Bulan mengimbau untuk tidak berkerumun atau melakukan aksi anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Menurut dia, aspirasi akan ditampung oleh pihak Istana melalui surat dari HMI MPO.

Baca:  Aksi Demonstrasi di Balaikota Bogor Berujung Vandalisme: TACB Minta Pelaku Diproses Hukum

Pihaknya juga mengimbau agar peserta demonstrasi tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Menurutnya, jangan sampai angka kasus Covid-19 yang mulai turun itu naik lagi.

“Jangan sampai nanti naik lagi, tinggi lagi angkanya kalau naik lagi akan terpengaruh pada level ya akan turun lagi level 4 nanti usaha usaha juga akan sulit,” kata Roby.( D2N )