Beranda News Bogor Raya

HUT Jakarta ke-499 Berkah Bagi Warga Bogor, Terminal Damri Dipadati Pemburu Tarif Rp1

Sejumlah warga memanfaatkan fasilitas Bus Transjakarta dengan tarif Rp 1 untuk bepergian ke Jakarta dengan biaya transportasi yang jauh lebih hemat dalam rangka HUT Jakarta ke 499 di area Terminal Damri pada Senin, 22 Juni 2026.

LIPUTANBOGOR.COM – Program tarif khusus Rp1 untuk layanan transportasi publik yang diberlakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499 mendapat sambutan hangat dari masyarakat, termasuk warga Kota Bogor. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bepergian ke Jakarta dengan biaya transportasi yang jauh lebih hemat.

Pantauan di Terminal Damri Bogor, Senin (22/6/2026), menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang hendak menuju Jakarta. Program tarif Rp1 berlaku untuk layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Jakarta.

Kebijakan tersebut membuat biaya perjalanan yang biasanya mencapai Rp3.500 per perjalanan menjadi hanya Rp1. Selisih biaya yang cukup besar itu dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang rutin menggunakan transportasi umum.

Salah seorang warga Bogor, Aden (23), mengaku terbantu dengan adanya program tarif simbolis tersebut. Saat ditemui di Terminal Damri Bogor, ia mengatakan sedang mengantar kekasihnya bekerja dan merasakan langsung manfaat penghematan biaya transportasi.

Baca:  Merasa Dibohongi, Warga Tolak Perpanjangan Tower di Cemplang

“Terbantu sih, lumayan murah juga kan jadi hemat. Kalau pakai GoPay cuma Rp1, pakai e-money juga Rp1. Lumayan lah, bantu masyarakat,” ujar Aden.

Menurutnya, uang yang biasanya digunakan untuk ongkos transportasi kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain selama perjalanan.

“Bisa dialihin buat jajan yang lain. Biasanya saldo e-money isi Rp20 ribu, sekarang jadi lebih hemat. Bisa buat beli kopi atau kebutuhan lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Rana (19) yang mengaku memanfaatkan program tersebut untuk berlibur setelah menyelesaikan masa sekolahnya. Ia mengatakan rencana perjalanan ke Jakarta muncul secara spontan saat sedang berkumpul bersama teman-temannya.

“Sebenernya tadi spontan aja. Lagi main terus bosen, terus kepikiran, ‘apa kita ke Jakarta aja’. Paling keliling-keliling aja,” ungkap Rana.

Baca:  Cipta Graha Permai: Komitmen Toleransi Beragama yang Berlandaskan Aturan

Menurutnya, penghematan biaya transportasi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain selama berwisata menggunakan transportasi umum.

“Bisa banget dialihin buat beli minum atau jajan. Kalau jalan-jalan naik transportasi publik kan capek ya, jadi butuh minum juga. Harga tiket yang biasanya Rp3.500 kalau sekarang cuma Rp1, sisanya bisa dipakai buat kebutuhan lain dan itu worth it banget,” tuturnya.

Rana juga menilai saldo yang tidak terpakai dapat disimpan untuk perjalanan berikutnya.

“Sebenernya sisa saldonya bisa disaving aja di kartu. Jadi kalau nanti mau jalan-jalan lagi masih ada sisa dari hari ini,” tambahnya.

Sementara itu, Azalea (18) menilai program tersebut sangat membantu kalangan pelajar yang sering bepergian dengan anggaran terbatas.

“Untuk kita yang pelajar sangat membantu ya. Sekarang kan suka tiba-tiba mau main atau mau ke mana, jadi minim budget,” ujarnya.

Baca:  Semarak HUT Ke-81 RI di My Village Bogor: Dari Lomba Unik Hingga Mempererat Guyub Warga

Ia mengatakan biaya transportasi yang semakin murah membuat pelajar dapat mengalokasikan uang mereka untuk kebutuhan lainnya.

“Karena sekarang makin murah, apalagi e-money bisa dipakai untuk banyak hal. Jadi kalau mau jajan atau ada kebutuhan lain, uang yang tadinya buat ongkos bisa ditambah ke sana. Lumayan berguna,” kata Azalea.

Warga berharap program serupa dapat kembali diadakan pada momen-momen tertentu karena dinilai mampu mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum. Selain menghemat biaya perjalanan, penggunaan angkutan publik juga dianggap dapat membantu mengurangi kemacetan dan mendukung mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Antusiasme warga Bogor terhadap program tarif Rp1 ini menunjukkan bahwa kebijakan transportasi publik yang terjangkau mampu memberikan dampak positif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, baik warga Jakarta maupun daerah penyangga seperti Bogor.(D2N)