LIPUTANBOGOR.COM – Ikatan Mahasiswa (IMA) AMS Kota Bogor menyayangkan insiden aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor yang berakhir dengan tindakan vandalisme.
Dalam pernyataannya, Ihsan Arrofie Sebagai Ketua IMA AMS Kota Bogor mempertanyakan peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) untuk menjaga kondusivitas serta mencegah terjadinya gesekan di masyarakat.
Ketua IMA AMS Kota Bogor menilai bahwa tupoksi Kesbangpol seharusnya meliputi fungsi perumusan kebijakan teknis, fasilitasi kegiatan politik dan organisasi kemasyarakatan, menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat, hingga kewaspadaan dini terhadap potensi konflik sosial. Namun, sampai terjadinya unjuk rasa tersebut, peran Kesbangpol dinilai tidak terlihat secara nyata.
“Jika Kesbangpol hadir dan menjalankan tupoksinya dengan optimal, potensi eskalasi massa hingga berujung aksi unjukrasa dan vandalisme di Balai Kota bisa diminimalisasi. Kami melihat ada kelemahan koordinasi antar instansi, coba saya tanya sebelum aksi unjukrasa berlangsung ada tidak peran kesbangpol dalam upaya mempertemukan atau mediasi Mahasiswa dengan Pihak pemkot ? kan seharusnya kesbangpol menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi konflik sosial,” tegas Ihsan ketua IMA AMS, Minggu (24/8).
IMA AMS juga menyoroti bahwa diamnya aparat saat aksi berlangsung semakin memperlihatkan lemahnya pengawasan dan pembinaan yang seharusnya dijalankan.
Kesbangpol Kota Bogor didesak untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai langkah-langkah yang telah atau akan dilakukan dalam rangka mengemban tugasnya menjaga ketertiban, stabilitas, dan iklim demokrasi yang sehat di Kota Bogor.
“Kesbangpol tidak boleh hanya hadir secara administratif, melainkan harus mampu membangun komunikasi dengan semua elemen, baik aparat keamanan, ormas, hingga kelompok mahasiswa, agar setiap dinamika politik dan aspirasi masyarakat bisa tersalurkan secara tertib dan konstruktif, kesbangpol kan punya anggaran gunakan dong anggaran itu untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat,” tambahnya.
Melalui pernyataan ini, IMA AMS Kota Bogor mendesak Kesbangpol untuk berbenah diri, mempertegas perannya, serta memastikan penyampaian aspirasi di Kota Bogor dapat berlangsung kondusif tanpa mengarah pada tindakan anarkis atau perusakan fasilitas publik.(D2N)





