BOGOR,LIPUTANBOGOR.COM – SAMISADE sudah mulai di realisasikan salah satunya di desa banyuwangi. Tapi banyak pihak yang menganggap bahwa anggaran SAMISADE didesa banyuwangi tidak terealisasi dengan baik karena banyak tumpang tindih pembangunan sementara beberapa wilayah tidak tersentuh dalam pembangunan di desa ini seperti Kp. Susukan inpres, Kp. Bangkonol, Kp. Panggeleseran, dan Kp. Cibugis dalam 3 tahun kebelakangan ini belum mendapat bagian pembangunan.
Fajar Hayatul Muttaqien sebagai ketua Karang Taruna Desa Banyuwangi menuturkan.
” Harusnya SAMISADE ini bisa memberikan wajah baru pada desa kami yang dimana kebanyakan pembangunan dari pejabat desa sebelumnya sangat banyak tumpang tindih yang harusnya menjadi skala prioritas malah tidak terrealisasi seperti tempat pembuangan sampah, drenase di sebagian wilayah yang sudah rusak, jalan yang mulai rusak, MCK, dll sehingga hanya menghambur-hamburkan anggaran saja. Lantas PEMDES sekarang apa bedanya jika hanya melakukan pembangunan yang sama sementara banyak wilayah-wilayah yang tak tersentuh yang harusnya menjadi skala prioritas pembangunan di desa ini,” ungkapnya.
Fajar pun menambahkan.
” Kami berharap kepada auditor dari pemda khususnya DPMD turun kelapangan melihat pembangunan di desa kami karena adanya dugaan kejanggalan dalam penyalagunaan anggaran SAMISADE yang sangat tidak terrealisasi dengan baik” tuturnya. (*)





