Beranda Opini

Ketika Manusia Menghadapi Masalah

Oleh : Bapa Ama Adonara

Kualitas diri seseorang dilihat ketika dia menghadapi masalah atau persoalan. Banyak orang yang gelisah dan gundah ketika menghadapi keruhnya suatu urusan dengan melampiaskan dirinya pada hal-hal yang sifatnya kesenangan sesaat  dan sia-sia. Bioskop, hura-hura, jalan jalan, hangout, makan-makan, dan berbagai cara digunakan untuk ksenangan sesaat namun banyak menghamburkan materi. Dan sama sekali tak membantu menyelesaikan pokok persoalan. Disinilah letak problematika yang perlu kita pahami dan renungkan. Sangat jelas dalam Al quran bahwa ketenangan, kebahagiaan, dan kelapangan jiwa dalam menghadapi suatu masalah adalah dengan berdzikir kepada Allah SWT.
Firman-Nya “Ketahuilah bahwa dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan mendapatkan ketenangan”

Berdzikir tak harus kita duduk melafadzkan kalimat kalumat toyyibah semata. Namun berdzikir bisa kita lampiaskan dalam bentuk sebagai berikut :

Baca:  Optimalisasi Dana Zakat untuk Pemberdayaan UMKM Mustahik di Tengah Wabah Virus Corona

1. Jalan jalan ke alam bebas yang membuat kita semakin merenungi ayat ayat kauniyah Allah. Tanpa mengabaikan ibadah mahdah lain nya seperti sholat tilawah dll.(Ali imran ayat 190)

2. Menjalin silaturrahim dengan kerabat dan handai taulan. Karena keberkahan silaturrahim akan memudahkan pula hajat dan urusan kita.

3. Memberikan shodaqoh. Dengan mentraktir saudara, kerabat, murid, atau siapapun yang bisa menghadirkan kebahagiaan dan keceriaan batin bagi kita.

4. Yang terakhir ialah yang paling inti bahwa masalah yang kita hadapi harus kita adukan pada Allah dalam bentuk sholat dan doa kita. Ada kata mutiara yang mengingatkan kita bahwa

Baca:  Modal Bisnis Tanpa Pesimis

“Jika engkau ingin mengatakan sesuatu pada Allah maka sholatlah, dan jika engkau ingin Allah mengatakan sesuatu pada mu maka bacalah Al-qur’an”

Masalah adalah ujian/soal dari Allah. Dan Allah akan melihat jawaban apa yang kita berikan. Maka dari itu, jika soal yang kita terima dari Allah kita jawab dengan hangout, menghamburkan uang pada hal sia sia, bioskop yang sia sia, dan berbagai hal lain yang malah menjauhkan kita dari Nya. Maka kita justru akan ditertawakan iblis karena artinya kita tak mampu menjawab soal ujian dari Allah dengan baik dan seharusnya.

Baca:  Apa sih Bank Syariah itu?

Demikianlah semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita. Bahwa setiap masalah yang kita hadapi adalah atas kehendak Allah ta’ala. Maka terlalu naif ketika kita menghadapi nya dan berusaha menyelsaikan nya justru dengan hal hal yang sia sia dan bahkan dibenci oleh-Nya. Dan sama sekali tidak membuat persoalan menjadi lebih baik. Maka kembailah pada kesimpulan bahwa hanya kepada Allah lah orang orang beriman bertawakkal.Benarlah firman-Nya bahwa “Barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan berikan padanya jalan keluar”. Waallahu a’lam bi as-sowab