Beranda News Bogor Raya

Komisioner Baznas Kota Bogor Diduga Memihak Cawalkot, Bawaslu Lakukan Investigasi

LIPUTANBOGOR.COM – Bawaslu Kota Bogor menerima aduan masyarakat (Dumas) terkait salah seorang komisioner Baznas Kota Bogor yang dianggap tidak netral dan memihak kepada salah satu calon wali kota (cawalkot) dalam kontestasi Pilkada 2024.

“Ini sudah masuk dalam informasi awal untuk penanganan pelanggaran, dan kami sedang melakukan investigasi terkait dugaan keberpihakannya kepada salah satu kandidat,” ungkap Anto Siburian, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kota Bogor, kepada media pada Selasa (3/9).

Anto menambahkan bahwa pihaknya juga tengah mengecek kebenaran video yang berisi pemberitaan tentang pembentukan relawan serta dugaan keterlibatan komisioner tersebut sebagai salah satu tim pemenangan cawalkot.

Baca:  Bawaslu Kota Bogor Rilis 7 Himbauan Jelang Masa Tenang Pilkada: Patuhi Aturan atau Hadapi Sanksi

“Kami masih menelusuri kebenarannya. Jika nanti hasil investigasi dan penelusuran, beserta keterangan saksi-saksi, sudah didapatkan, maka itu akan menjadi temuan. Kami tentu akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua I (Komisioner) Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, membantah terkait tuduhan mendukung salah satu calon. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan adalah untuk memotivasi kader-kader di organisasi Syarikat Islam yang tergabung di Relawan Barisan Dedie A Rachim (BADAR).

“Itu sebagai cara untuk memotivasi kader-kader di organisasi Syarikat Islam yang mengusung Cawalkot Dedie A Rachim, yang merupakan Ketua Dewan Cabang (DC) SI Kota Bogor. Nah, kader-kader SI mendukung melalui jalur Relawan BADAR,” jelas Subhan melalui sambungan pesan WhatsApp pada media, Selasa (3/9).

Baca:  LS-Vinus Gelar Diskusi Ungkap Alasan Artis Nyaleg

Subhan menambahkan, dalam organisasi SI, ia memang memiliki jabatan sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC). Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada keterkaitan dengan jabatannya di luar SI.

“Tidak ada keterkaitan dengan jabatannya di luar SI, karena hari ini belum ada calon wali kota atau wakil wali kota definitif. Nantinya, baru akan ditetapkan pada tanggal 23 September 2024,” pungkasnya.(D2N)