Beranda News Bogor Raya

Korps Mahasiswa GPII Minta Kadis PUPR Ungkap Ke Publik Soal Dugaan Pungli

LIPUTANBOGOR.COM – Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) mempertanyakan dugaan pungli pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Wakil ketua Kopma GPII, Debie Firdaus mengatakan kelanjutan dugaan Pungli yang menerpas Dinas PUPR tepatnya pada Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air sampai saat ini tidak jelas.

“Pak kadis bagaimana kelnjutannya, siapa oknum yang melakukannya, harus diungka kepada publik secara terang benderang,” ungkap Daus sapaan akrabnya kepada media, Sabtu (26/9).

Ia mengatakan hal ini menjadi preseden buruk bagi Dinas PUPR.

Baca:  Waduh! Warung Sembako di Kedung Waringin Ludes Terbakar

“Ini merupakan wajah buruk bagi dinas PUPR dan menciderai semangat Pancakarsa yang digaungkan Bupati Bogor,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya (sumber : Hallo.id), seorang pengusaha rekanan Dinas PUPR asal Cisarua, Jonarudin, tidak memungkiri adanya desas-desus itu, bahkan bukan sekedar isu.

Kepada wartawan, dia mengaku kerap mendapat perlakuan seperti itu, ketika mendapat paket pekerjaan dari Pemkab Bogor. Artinya, dugaan pungutan terhadap rekanan penyedia barang dan jasa tersebut, nyata.

Jonarudin memaparkan, yang pertama, dilakukan pada saat pengambilan papan proyek dan buku tamu, di mana penyedia barang dan jasa dikenakan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta rupiah per paket.

Baca:  PKL di Dewi Sartika Luluh saat Didatangi Dedie Rachim

Kedua, adalah pada saat dilaksanakannya PLB dengan tim, di mana penyedia jasa diharuskan menyediakan dana yang tidak sedikit.

“Adanya perubahan administrasi berdasarkan hasil PLB yang terkesan sengaja diciptakan, untuk mendapatkan objekan dalam pembuatan administrasinya,” katanya.

Seperti shop drawing dan as built drawing hingga addendum, dan biaya pencetakan buku kontrak yang membutuhkan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta per paket.

“Selain berbagai pungutan tersebut telah mengharuskan penyedia barang dan jasa untuk merogoh kocek lebih yang dalam lagi,” ungkapnya. (Dzik)