Beranda Pariwisata & Kuliner

Kunjungi Museum Jadikan Ajang Semangat dan Jiwa Juang Generasi Muda

LIPUTANBOGOR.COM – Museum adalah tempat dimana menyimpan bukti-bukti bersejarah disuatu daerah, salah satunya museum perjuangan Bogor yang terletak di jalan Merdeka Nomor 56. Tepatnya di Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Museum ini didirikan melalui musyawarah para tokoh Pejuang Karesidenan Bogor yang meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Depok. Pendirian museum dimaksudkan untuk mewariskan semangat dan jiwa juang serta nilai–nilai perjuangan kepada generasi muda.

Koleksi museum terdiri atas macam-macam senapan yang digunakan para pejuang saat merebut kemerdekaan, juga terdapat senapan hasil rampasan dari Jepang dan Inggris. Museum ini di jaga oleh Pak Ben, beliau dalah relawan yang menjaga museum perjuangan bogor dari dulu hingga saat ini, pak ben menuturkan bahwa museum perjuang ini dibangun oleh para pejuang pada saat itu, “para pejuang pada waktu itu masih hidup sepakat membuat satu yayasan museum perjuangan ini karena sebagai sentral, sentralnya adalah Bogor terdiri dari Sukabumi, Cianjur, Banten, Depok dan lain sebagainya.” Pak Ben juga menjelaskan bahwa yang ada dimuseum ini adalah senjata yang gunakan para pejuang pada saat perang “yang ada disini, senjata-senjata yang terkumpul disini, itu adalah senjata-senjata yang pakai oleh para pejuang pada saat itu dikumpulkanlah disini, agar Tidak hilang kemana-kemana dan Untuk dipelajari generasi penerus.”

Baca:  IMA AMS Kota Bogor Pertanyakan Peran Kesbangpol dalam Mencegah Vandalisme di Balai Kota

Namun saat ini museum yang menjadi tempat bersejarah dan peninggalan para pejuang sudah jarang bahkan tidak pernah lagi dikunjungi oleh banyak orang, bahwa generasi muda saat ini sangat kurang kesadaran akan sejarah perjuangan bahwa untuk berkunjung saja tidak ada “Wisata dalam wisata tidak seindah namanya wisata, apalagi generasi yang sekarang-sekarang inginnya ke yang enjoy ya, ada pegunungan, ada pemandangan ada yang lain-lain. Jadi kalo ke museum perjuangan ini nurani generasi penurus itu kurang, mungkin kalo dengan bahasa katanya, kalo ada muda-mudi, kita main yuk, kemana? Ke museum perjuangan! Ngapain? melihat benda berkarat dan bisu!“ ujar pak Ben selaku penjaga museum perjuangan.

Perjuangan adalah pondasi bagi bangsa dan senjarah bahwa para pejuang saat itu berperang melawan penjajah dengan sangat penuh perjuangan dengan memberikan kebaikan bagi generasi selanjutnya “kita tidak mungkin seperti ini kalo tidak ada para penjuang disaat itu. Pejuang sejati mengatakan “keringatku, darahku, matiku untuk merdeka dengan ridho yang maha kuasa, biarkan aku pahit dan getir, asalkan anak dan cucuku tidak sepertiku” seperti itu. Apakah dulu digaji? Tidak! Tapi terlihat tidak semua, banyak keterlenaan generasi penerus ini terutama anak muda. Makanya bapa menulis “Generasi Forever” itu bapa yang nulis, yang artinya dari generasi ke generasi itu harus berkesinambungan jangan menjadi bangsa yang tertidur.”

Baca:  Gausah jauh-jauh ke Korea, Street Food ini udah ada di Bogor lho !

Pak ben menjelaskan bahwa Bogor adalah pintu gerbang bagi wilayah dan daerah sekitar “Bogor adalah pintu gerbang, sebelum menuju kemanapun, penjajah ya, harus menghadapi dulu Bogor, Bogor sebagai benteng karena pintu gerbang. Saat sekarang juga, kalo mau ke Sukabumi ke Cianjur, yang melalui Bogor, harus lewat Bogor dulu, Bogor adalah pintu gerbang. Baik jaman dulu, jaman sejarah kerajaan harus melalui Bogor dulu, maupun ke daerah manapun harus melalui Bogor dulu, begitupun dalam pertempuran. Jadi walaupun para penjajah keadaan saat itu mau ke daerah-daerah tertentu harus bertempur dulu disini (Bogor) barulah sisanya.”

Pak Ben berpesan kepada Pemerintah sebagai pemilik wilayah yang mana keadaan museum perjuang ini bisa dibilang sudah terlupakan oleh banyak orang, pak Ben selaku relawan penjaga museum perjuangan Kota Bogor ini, menjelaskan “Seperti beginilah, harusnya kita tidak perlu mengajukan, permohon, dan lain-lain. Pemerintah mempunyai wilayah, jadi apapun situs-situs, peninggalan, atau apapun yang ada Bogor dan sekitarnya, mereka harus menjadi penanggung jawab, jangan hanya diakui saja, tapi harus ada kontribusinya, kami sendiri aja sukarelawan kami tidak digaji. Jadi andaipun saat sedang normal tidak covid, ada karcin, kami utamakan dulu yang paling urgent. Buat bayar listrik, buat bayar air, oprasional-oprasional lainnya. Kalo ada sisanya baru saya dikasih sama pimpinan.“

Baca:  Kolam Renang Mila Kencana Ditutup, Warga Bogor Merasa Kecewa karena Kurang Informasi

Tidak hanya itu saja, pak Ben berpesan kepada generasi muda saat ini harus menjadi generasi yang berkesinambungan dari generasi ke generasi lainnya, mempelajari sendiri sebagaimana sejarah dituliskan dan harus selalu diingat karena sejarah adalah pondasi yang harus tetep dijaga.

“Harus menjadi generasi yang forever artinya harus bekesinambungan, bila mempelajarinya, mengembangkannya dengan apa yang terjadi sesaat itu, walaupun belum lahir dan mempelajarinya seolah-olah sudah lahir saat itu. Kalo mendalami segala apapun yang terjadi bukan hanya sejarah itu seolah-olah sudah lahir. Sejarah adalah suatu pondasi, tanpa ada sejarah kita pincang, tidak akan bersayap, “setinggi burung terbang melayang, menukik hinggap di pohon-pohon dan dahan-dahan ranting yang ada tidak pernah jatuh karena mempunya sayap, sayapnya manusia adalah ilmu”. Kita harus benar-benar menjadi generasi yang forever” Tutup pak Ben. (Nurul/Erlangga)