Beranda News Pendidikan

Mahasiswa KKNT IPB Kembangkan Spray Anti Nyamuk Berbahan Sereh, Dorong Solusi Ramah Lingkungan di Desa Cibatok I

BOGOR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT-I) Institut Pertanian Bogor (IPB) yang bertugas di Desa Cibatok I berhasil mengembangkan inovasi berupa spray anti nyamuk berbahan dasar daun sereh sebagai alternatif pengusir nyamuk yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, dan menjadi salah satu program kerja unggulan tim KKNT IPB di desa tersebut.

Inovasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan nyamuk yang masih menjadi keluhan masyarakat. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, gigitan nyamuk juga berpotensi menularkan berbagai penyakit, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selama ini, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan obat nyamuk berbahan kimia sintetis yang dijual bebas di pasaran. Padahal, penggunaan bahan kimia secara terus-menerus berpotensi memberikan dampak kurang baik terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Baca:  Persamakan Persepsi PAUD dan SD, Disdik Kota Bogor Gelar Bimtek

Melihat kondisi tersebut, tim KKNT IPB memanfaatkan potensi tanaman sereh (Cymbopogon citratus) yang banyak tumbuh di sekitar Desa Cibatok I, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tanaman sereh diketahui mengandung senyawa aktif seperti sitronelal, sitronelol, dan geraniol yang memiliki aroma khas serta dikenal efektif membantu mengusir nyamuk secara alami.

Dalam proses pembuatannya, alkohol 70 persen digunakan sebagai pelarut untuk membantu mengekstraksi senyawa aktif dari daun sereh sekaligus mempercepat proses penguapan saat spray digunakan.

Program ini melibatkan ibu-ibu PKK Desa Cibatok I. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat sereh sebagai bahan alami pengusir nyamuk, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan praktik pembuatan spray anti nyamuk.

Baca:  SDN Tajur 3 Kota Bogor Bersinar di Cakra Scout Competition, Raih 2 Trofi Bergengsi

Peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan pembuatan produk, mulai dari proses ekstraksi daun sereh, pencampuran ekstrak dengan alkohol 70 persen, hingga pengemasan menjadi spray siap pakai. Seluruh proses disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan kembali secara mandiri oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Antusiasme peserta terlihat selama sesi sosialisasi dan pelatihan berlangsung, dengan banyaknya warga yang aktif bertanya dan mengikuti setiap tahapan pembuatan produk.

Warga juga mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh mahasiswa KKNT IPB karena dinilai memberikan solusi yang sederhana, mudah diterapkan, serta memanfaatkan bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Mereka berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca:  Pemkot Bogor Segera Anggarkan Perbaikan Ruang Atap Sekolah yang Ambruk

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKNT-I IPB tidak hanya mendorong pemanfaatan potensi lokal, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan bahan alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam menjaga kesehatan keluarga.