Beranda News Bogor Raya

Malam Takbiran, Pemkot Bogor Lakukan Pemagaran Pasar Blok F

LIPUTANBOGOR.COM – Tepat di malam takbiran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan pemagaran dan pengosongan terhadap kios-kios yang ada di Blok F Pasar Kebon Kembang, Selasa (4/6/2019) malam.

Akibatnya, ratusan pedagang di pasar tersebut terpaksa dipindahkan ke tempat penampungan sementara. Ratusan pedaganga tersebut tercatat ada 154 pedagang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan dalam pemagaran ini nantinya para pedagang akan ditempatkan di penampungan sementara di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah.

“Pemagaran dan pengosongan ini sudah dikoordinasikan dan komandonya dari PD Pasar, kita koordinasi dengan Dinas UMKM, Satpol PP, Kepolisian dan pedagang,” ujar Bima.

Baca:  KB FKPPI Kota Bogor Sahkan Komunitas Bikers

Sementara, Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya (Dirut PDPPJ) Kota Bogor Muzakkir mengatakan, setelah pemagaran dan pengosongan Blok F hari ini, maka PD PPJ segeramelakukan lelang puing hasil pembongkaran Blok F tersebut.

“Pembongkaran butuh waktu kurang lebih satu bulan dan kami berharap bisa tepat wakt. Setelah itu, baru kita bisa lakukan pelelangan proyek pembangunan. Sebenarnya bisa saja dilakukan lelang sekarang, tetapi usulan lain jangan lakukan pelelangan kalau belum kosong,” katanya.

Lanjut Muzakkir, proses revitalisasi Pasar Blok F Kebon Kembang ini di targekan dapat berlangsung selama 1,5 tahun. Dengan target tersebu, maka para pedagang dapat kembali berjualan di  Blok F.

Baca:  15 Kabupaten/kota di Jawa Barat Terapkan New Normal, Kota Bogor Masih PSBB

“Saat ini terdata kurang lebih 178 pedagang yang berencana direlokasi sementara. Namun demikian, pedagang pasar menyebutkan ada sekitar 154 pedagang yang perlu dipindahkan,” jelasnya.

Meski begitu, kata dia, datanya yang ia terima perlu disinkronisasi lagi. “Kalau memang benar hanya 154 pedagang,  nanti  kios relokasi bisa diperbesar, dari muka depan lebar 1,5 meter menjadi dua meter,” lanjutnya.

Dirut memastikan sejauh ini pedagang  menyepakati proses pemagaran dan relokasi ke tempat penampungan sementara.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pedagang, satu poin yang tidak bisa dinegosiasi, yakni pemagaran pada malam takbir. Memang ada beberapa poin tuntutan yang tidak masuk akal, ini hanya lebih kepada kesalahpahaman di lapangan saja. Insya Allah enggak ada gesekan, kalau ada sudah kita antisipasi,” tandasnya. (Heri)