LIPUTAN BOGOR.COM-Merupakan Situs berbentuk komplek dan tumpukan batu yang disinyalir sebagai tempat peribadatan para punggawa raja yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pakuan-Padjajaran. Situs Megalitikum (Pra Sejarah) Arca Domas Cibalay yang berlokasi di Kabupaten Bogor Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya.
Lokasi Arca Domas yang pertama kali ditemukan oleh Belanda memiliki luas kurang lebih 4 hektar, yang mana dilokasi tersebut ada juga beberapa Situs yang ditinggalkan pada saat itu. Kang Deni selaku Juru Pelihara Situs Kawasan Cibalay atau Situs Arca Domas menjelaskan “Kalo Sejarah Situs Arca Domas itu, inikan masa Megalitikum masa Pra Sejarah. Ini pertama kali ditemukan oleh Belanda, ini luasnya kurang lebih ada 4 hektar. Kalo disini ada 8 Situs terdiri atas, Situs Endong Kasang, Situs Balai Kambang, Arca Domas, Jami Paci Ing, Batu Bergores, Situs Pasir Mangis, Situ Cipangantehan, Situ Kebon Kopi.” Ujar Kang Deni (21/7).
Awal Penemuan pada jaman Sejarah pada tahun 1982 Arca Dimas di temukan oleh kakek Kang Deni, yang dikenal dengan nama Situs Cibalay atau Arca Domas yang baru ditemukan hanya 3 Situs Arca yaitu, Situs Endong Kasang, Arca Domas, Pasir Mangis. Dan seiring berjalannya waktu dan zaman mulai terbuka dan bertambah “Pertama itu waktu 1982 itu ama kakek kang deni sendiri ya, yang namanya Situs Cibalay atau Arca Domas, terus kesininya lagi kebuka-kebuka dulu mah ada 3 Situs ya, Situs Endong Kasang, Arca Domas, Pasir Mangis. Sekarang bertambah, kebuka-kebuka sedikit-sedikit udah bertambah sekarang.
Sebagai peninggalan yang bersejarah Situs Cibalay juga dijelas oleh Kang Deni sebagaimana Situs tersebut memiliki arti sesuai Sejarahnya “Kalo pertama itukan Situs Cibalay, ci nya itu air, air kahuripannya ada dibelakang saung ini, terus balaynya balay batunya atau hamparan batu disini” Jelas Kang Deni. Situs yang sudah dijaga selama bertahun-tahun ini sudah dijaga hingga 3 generasi keluarga Kang Deni yang sudah dipercaya sebagai Juru Pelihara Situs Arca Domas Cibalay “Udah tiga generasi akang yang ketiga sekarang, dulu kakek, uwa, sampai ke kang deni sekarang. Kang deni mulai dari 2005 sampai sekarang”. Ucap Kang Deni.
Walau letak Arca Domas ini membutuhkan waktu sekitar 15 atau 20 menit dari gerbang pertama yang akses jalanya tidak sepenuhnya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, namun dilanjut melalui jalan setapak dengan berjalan kaki sekitar 10 menit untuk bisa mencapai Situs Arca Domas Cibalay.
Jauh sebelum pandemi ini Situs Arca Domas Cibalay ini sangat ramai di kunjungi oleh wisatawan baik sekitar maupun luar daerah, namun saat pandemi Covid-19 ini, Situs Arca Domas Cibalay ini ditutup sementara sesaui peraturan Pemerintah guna menjaga dan memutus rantai penyebaran Covid-19 “Kalo sebelum pandemi itu banyak pengunjung kesini, kalo sekarang udah pada ga ada pengunjung, apa lagi sekarang dari tanggal 3 sampai tanggal 20 itu udah ga bisa masuk kesini, paling warga sekitar sini ada sih ada cuma ya malem cuma sekarang agak ketat gak boleh malem juga kesini” Ujar Kang Deni.
Kang Deni juga berharap kepada pemerintah untuk bisa terus mendukung dan membantu dalam menjaga kelestarian Situs Pra Sejarah ini sebagai peninggalan Sejarah “Alhamdulillah sekarang udah ada perhatian dari pemerintah dari kabupaten bogor juga udah ada perhatian. Jadi situ-situ yang baru ketemu udah mulai digerakin, semacam juru pelihara ada penambahan terus semacam jalan katanya apa mau direnovasi lagi, akang sama pemerintah lebih diperhatikan lagi, semacam apa, MCKnya, pager yang belum di apa dipager harus dirapihinlah” Ujar Kang Deni tutupnya.





