
Liputan Bogor – Akibat lambatnya proses pembuatan E-KTP, Bupati Bogor Ade Yasin mendapatkan semprotan dari warga saat melakukan Sidak (ispeksi mendadak) di kantor Disdukcapil, Cibinong, Bogor, Selasa (18/2/2020).
Hal itu terjadi lantaran warga mengeluhkan ribetnya proses pengolahan dokumen kependudukan dan catatan sipil tersebut. Banyak diantara mereka yang sudah datang untuk mengurus E-KTP namun selalu diarahkan untuk memperpanjang surat keterangan atau Suket.
Karenanya, selain marah marah kepada Bupati Bogor yang kebetulan Sidak, warga juga berharap kinerja SKPD bagian pelayanan bisa maksimal.
“Ini kesempatan saya, ketemu dengan Bupati Bogor, mengenai dokumen kepengurusan khususnya KTP. Saya aja sudah tiga tahun dan sudah berapa kali memperpanjang surat keterangan,” kata Abdulah, salah satu warga Liewliang yang ikut mengantri.
Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, kedatangan ke Kantor Diskucapil dilakukan mendadak. Dia mengaku ingin melihat secara langsung kinerja anak buahnya yang lambat dalam pembuatan E-KTP.
“Saya sengaja datang ke sini, tanpa ada pemberitahuan, karena saya mendapat laporan, bahwa banyak warga yang belum mempunyai E-KTP,” ujar dia.
Ia mengatakan, warga Kabupaten Bogor sekitar 6 juta jiwa, dan saya sudah minta ke Pemerintah Pusat untuk blanko dikirim ke Kabupaten Bogor sebanyak 500 blanko, tetapi kenyataannya hanya dikirim 200 blanko.
“Jadi pemerintah pusat kirkm hanya 200 blanko, sementara tiap harinya pencetakan E-KTP, 15 ribu hingga 20 ribu jiwa yang hatus dicetak, kami berharap ada penambahan buat warga kabupaten bogor untuk blanko KTP, ” pungkas dia. (Wan)




