Beranda Opini

Perempuan yang Dianggurin Surga

Oleh: INTAN (Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor)

Bismillahirrahmanirrahim

Nabi Saw menyebutkan bahwa penyebab kaum perempuan banyak di Neraka adalah karena mereka banyak melakukan maksiat dan kufur nikmat. Perempuan kerap dikuasai oleh hawa nafsunya dan cenderung mencintai kemewahan dunia.

  1. Durhaka Kepada Suami

Perempuan yang dianggurin syurga adalah perempuan yang tidak taat atau durhaka kepada suaminya. Rasululullah Saw bersabda, “Salah satu orang yang tidak layak di syurga adalah isteri yang durhaka kepada suaminya kecuali hingga ia kembali pada ketaatan.” (HR Thabrani)

Dalam hadits lain disebutkan, “Jika aku boleh menyuruh seseorang untuk bersujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud kepada suaminya.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

  1. Menampakkan Aurat dan Perhiasan Berlebihan (Tabarruj)

“Katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya juga auratnya kecuali yang biasa tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka.” (QS An-Nur: 31)

Baca:  Khalifah Tuhan

Secara umum, tabarruj adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditunjukkan perempuan kepada mata orang-orang yang bukan mahramnya. Allah Swt melarang para perempuan untuk bertabarruj setelah memerintahkan mereka menetap di rumah. Namun, apabila ada keperluan yang mengharuskan mereka keluar rumah, hendaknya mereka tidak keluar rumah sambil mempertontonkan keindahan dan kecantikannya kepada laki-laki lain yang bukan mahramnya.

Perbuatan yang bisa dikategorika tabarruj, antara lain adalah mengenakan pakaian tipis dan pakaian ketat merangsang, memakai wewangian di hadapan lelaki yang bukan mahram, dan berdandan berlebihan.

  1. Berduaan atau Berkhalwat

“Ingatlah janganlah sekali-kali seornag laki-laki berduan dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya. Melainkan yang ketiganya adalah syetan.” (HR At-Tirmidzi)

Baca:  The Power of Zakat in Indonesia Economy

 

Berkhalwat akan menempatkan perempuan dan laki-laki pada posisi yang memicu perbuatan maksiat yang pada awalnya tidak diniatkan. Bahkan, sekalipun kecenderungan itu tidak ada, berkhalwat dapat memancing fitnah. Sebagai seorang Muslim atau Muslimah kita tentunya harus bisa menghindarkan diri dari situasi yang dapat menimbulkan fitnah.

  1. Gemar Melakukan Perbuatan yang Sia-sia

Dibandingkan dengan laki-laki, kaum perempuan seringkali gemar melakukan perbuatan yang sia-sia. Mereka kerap menghabiskan banyak waktu hanya untuk berdandan, memilih-milih dan mengoleksi baju, sepatu, tas, dan berbelanja atau shopping yang tidak perlu, menonton film , atau mengobrol panjang lebar yang tidak ada manfaatnya.

  1. Tidak Sabar

Pada umuny, yang terjadi dalam kasus ini adalah perempuan yang tidak tahan dengan keterbatasan ekonomi. Perempuan tidak tahan miskin dan menginginkan cepat kaya. Padahal, seharusnya kita sebagai seorang Muslimah dapat meneladani keteladan para Muslimah Islam seperti: kesabaran Maryam saat membesarkan Isa a.s di tengah cercaan masyarakat, kesabaran Aisyah r.a dalam hidup serba kekurangan, dan kesabaran Rasulullah dalam menghadapi tantangan dakwah.

Baca:  Moltazam : Mahasiswa bagaikan Manusia Setengah Dewa

Semoga kita dapat menjadi perempuan yang dirindukan syurga. Dan terhindar dari bagian perempuan yang dianggurin syurga. Juga, semoga kita bisa beramal semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah Swt. Ammin YaRabbal Alamin.

Wallahu ‘alam . . .