Beranda News Bogor Raya

September Hitam, Puluhan Mahasiswa Unpak Beratribut Serba Hitam Gelar Unjuk Rasa dengan Bakar Ban

Peringati September Hitam, Puluhan Mahasiswa Unpak Gelar Aksi dari Tugu Kujang hingga Pintu Masul Mall Botani Square pada Rabu, 27 September 2023.

LIPUTANBOGOR.COM – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menggelar aksi damai “September hitam” di Tugu Kujang, Kota Bogor, Rabu 27 September 2023.

Mereka menuntut penyelesaian kasus-kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum terselesaikan. Salah satunya kasus pembunuhan Munir yang terjadi pada September 2004 silam.

Mengenakan pakaian serba hitam, para mahasiswa menyampaikan orasinya di area Tugu Kujang, Kota Bogor.

Dalam aksi damai tersebut, mahasiswa juga menuntut agar kasus di Rempang, Kepulauan Riau segera diselesaikan. Khususnya tindakan yang diduga merebut lahan milik warga.

Baca:  Raih Kesuksesan Bersama, Kadin Kota Bogor Teken MoU Dengan Universitas Pakuan

Tak hanya itu, mereka juga menuntut agar kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia agar dapat segera dituntaskan.
Oleh karena itu, aksi damai September Hitam selalu diadakan setiap tahunnya, khususnya oleh para mahasiswa Unpak Bogor.

September hitam sendiri merupakan sejumlah peristiwa kelam hak asasi manusia di bulan September dari masa ke masa. Hal ini menjadi peringatan bagi negara untuk memenuhi tanggung jawabnya.

September hitam juga merupakan bulan penuh nestapa. Sampai saat ini, peristiwa pelanggaran HAM belum juga diselesaikan oleh negara secara berkeadilan dan mengedepankan prinsip-prinsip HAM yang menjunjung tinggi martabat korban.

Baca:  Diputus Sepihak, Anggota DPRD Digugat Rp2,1 Miliar Terkait Pengelolaan SPPG Savira

Meskipun, kasus Munir dan Tanjung Priok sudah terdapat mekanisme peradilannya, tetapi pengungkapan kebenaran dan juga akses pemulihan kepada korban masih absen untuk dilakukan oleh negara.

Koordinator lapangan aksi damai mahasiswa Unpak yang akrab disapa Ikiw menegaskan, negara harus bertanggung jawab terhadap kasus-kasus HAM yang belum diselesaikan.

“Maka dari itu, kami menggelar aksi ini sebagai peringatan kepada negara agar mereka sadar bahwa kasus ham masi banyak yang belum terselesaikan,” tegasnya.(D2N)