LIPUTANBOGOR.COM – Sikap tegas kembali datang dari salah satu kekuatan besar dunia. Pemerintah Republik Rakyat China melontarkan kritik keras terhadap resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengenai Gaza, usai memilih abstain dalam pemungutan suara yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Jumat (17/10) waktu setempat dan disampaikan resmi sehari setelahnya, Sabtu (18/10/2025).
Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, menyatakan bahwa resolusi yang disahkan itu “tidak memenuhi tugas dasar” DK PBB, karena gagal memasukkan prinsip yang menurut Beijing menjadi kunci perdamaian jangka panjang, yakni Solusi Dua Negara.
Menurut Zhang, resolusi tersebut hanya menyinggung bantuan kemanusiaan jangka pendek tanpa menyentuh akar persoalan yang selama puluhan tahun menjadi sumber konflik. China menilai DK PBB mandul karena terus menghindari langkah konkret untuk memastikan berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Beijing juga mengkritik bahwa isi resolusi yang diusulkan Amerika Serikat itu tidak memberikan tekanan wajib untuk gencatan senjata permanen. Sikap lunak tersebut dianggap membuka ruang bagi kelanjutan agresi dan tidak memberikan jaminan perlindungan yang memadai bagi warga sipil di Gaza.
China menegaskan bahwa resolusi tentang Gaza seharusnya tidak berhenti pada distribusi bantuan, tetapi harus memastikan penghentian kekerasan secara menyeluruh serta memaksa kembali dimulainya proses politik yang menjamin hak-hak bangsa Palestina.
Sikap abstain Beijing menjadi sinyal lain bahwa ketidakpuasan terhadap resolusi ini tidak hanya datang dari negara-negara Muslim, tetapi juga dari kekuatan global yang melihat DK PBB gagal menjalankan mandatnya. Kritik China mempertegas gambaran betapa resolusi tersebut dianggap jauh dari upaya perdamaian yang adil dan menyeluruh.
Sebagaimana diberitakan luas di berbagai media internasional, Tiongkok menilai resolusi terbaru ini tidak cukup kuat, tidak cukup adil, dan tidak cukup berani untuk menghentikan perang. (red)





