Beranda Opini

Maknai Hari Pendidikan dengan Mencetak Generasi Terbaik

Oleh; Denil Setiawan (Guru SDIT At-Taufiq/Wakil Ketua Umum Pengurus Daerah Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia Bogor)

 

Settiap 2 Mei, masyarakat indonesia memperingati hari pendidikan nasional atau sering kita dengar dengan istilah HARDIKNAS. Terlepas dari sejarah  dan tokoh perjuangan pendidikan bangsa ini KH. Dewantara dengan semboyannya Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. (Didepan memberi contoh. Di tengah memberi semangat, dibelakang memberi dorongan)

 

Jika ingin tahu bagaimana masa depan suatu bangsa maka lihatlah pendidikannya. Sebab pendidikan merupakan kommponen terpenting yang menentukan nasib bangsa tersebut. Maka, tujuan pendidikan sesuai dengan amanah UUD 1945 ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan kata lain pendidikan adalah alat utama untuk mencerdaskan  kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan beragama.

Baca:  Pebisnis Yang Kreatif Dan Inovatif

 

Pendidikan merupakan bagian unsur dari anashir terpenting untuk kemajuan suatu bangsa.Sebuah literasi yang menjadi rahasia umum di kepala para pendidik dan cendikiawan dikatakan oleh Benjamin Franklin “kejeniusan tanpa pendidikan adalah ibarat perak didalam tambang”.

 

Substansi dari perkataan tersebut bertujuan bahwa pendidikan merupakan alat menciptakan generasi yang bernilai juga bermartabat. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut Islam memiliki 4 syarat yang harus terpenuhi diantaranya;

 

Pertama,  (سليمة العقيدة)lurusnya kesadaran beragama dengan lurusnya kesadaran beragama,  seseorang  akan mempunyai kendali dalam melakukan segala perbuatan yang dilakukannya. Bahkan  dalam islam point tersebut merupakan syarat terpenting dalam melakukan suatu pekerjaaan dan bisa menjadikan sebab utama mencapai surga.

Baca:  Kebijakan Ekonomi di Masa Abu Yusuf

 

Kedua, (صحيح العبادة)  benarnya praktik peribadahan sesuai dengan yang ditetapkan Al-qu’an dan As-sunah. Sebagaimana dengan umumnya ayat temaktub dalam QS. Al-hasyr: 7. (Apa yang diberikan rasu kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.. sungguh, Allah sangat keras hukumanya.

 

Ketiga, (أخلاق الكريمة) akhlak mulia dan sikap terpuji tentunya harus dimiliki olehs setiap individu guna menciptakan lingkungan dan ekosistem yang tentram juga saling menghargai satu sama lainya.

 

Terakhir, ( قوي الجسم و الفكر) adalah kuatnya jasmani dan intelektual sebagai individu yang tangguh. Sejalan dengan sabda nabi saw  mukmin yang kuuat lebih baik dan lebih dicintai Allah swt daripada mukmin yang lema.

Baca:  Etika Bisnis Ala Rasulullah SAW

 

Dengan empat komponen tersebut sejatinya akan tercipta generasi terbaik dan beginilah semangat kita dalam memaknai hari pendidikan nasional seutuhnya.