Beranda Opini

Tips Memanajemen Waktu Untuk Memaksimalkan Keproduktifan Perempuan

Pada zaman millenial kini, banyak hal di dunia yang harus kita atur terutama sebagai perempuan yang aktif dalam kegiatan sekolah maupun kampus. Jika kita tak mampu mengatur serta memanage waktu kita dengan baik, maka banyak hal dan target yang terlewatkan atau bahkan tak tercapai. Untuk kalian para perempuan yang ingin menjadi perempuan aktif serta produktif, saya memiliki beberapa tips untuk memanage waktu kita agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Berikut beberapa tips yang dapat saya bagikan kepada teman-teman :

  1. Niat

Kenapa harus niat ? dan kenapa niat itu hal yang harus dilakukan terlebih dahulu ? Mulai sekarang, jadikanlah niat itu menjadi prioritas sebelum melakukan kegiatan apapun, apapun. Karena apa ? Menurut pandangan saya, niat itu dapat menjadi motivasi diri dalam menjalankan suatu kegiatan dan dapat menjadi pengingat kita jikalau nanti kita lelah dan ingin mundur dalam melakukan suatu kegiatan, bisa disebut juga sebagai pendorong kita dalam menjalankan suatu kegiatan atau hanya sekedar menjalankan kegiatan kita sehari-hari. Sebagai umat islam, niat pertama sudah pasti adalah lillah karena sekuat dan sebesar apapun niatmu bila kau meniatkan tidak karena Allah SWT maka kegiatan yang akan kamu lakukan akan terasa berat, sulit, dan bahkan tidak berkah. Sebaliknya, jika kau meniatkan terlebih dahulu seluruh kegiatanmu karena Allah SWT, maka pekerjaan apapun tidak akan terasa berat dan kau akan merasakan kemudahan dalam menjalankannya.

 

  1. Mengatur waktu (time manage)

Seseorang yang cerdas pasti mampu memanage waktunya dengan baik. Mereka memiliki cara dan patokan tersendiri untuk memanage waktu dalam hidupnya. Baik dengan menulis target tersebut dan menggambarkannya dengan mind map atau hanya sekedar mencatatnya dalam sebuah notes kecil. Bahkan tidak jarang  juga ada orang yang hanya memanage waktunya didalam otak saja, tergantung seseorang itu menentukan skala prioritas dalam setiap kegiatannya. Memanage waktu sebenarnya tidak sulit, hal yang harus ditekankan disini ialah prioritas serta kewajiban kita. Seseorang terlebih dahulu harus  mengetahui hal-hal yang merupakan prioritas dan kewajiban dirinya. Misalnya seperti ini, saya adalah seorang pengurus inti dalam sebuah kegiatan yang cukup besar dikampus, namun dihari yang sama saya harus menghadiri sidang skripsi. Disini sudah terlihat jelas bahwa saya harus memprioritaskan untuk hadir pada sidang skripsi, namun bagaimana dengan kewajiban tanggung jawab saya sebagai pengurus inti diacara kampus tersebut ? jawabannya simpel, good planning (rencana yang baik). Sidang skripsi tidak mungkin dikabarkan secara mendadak, pasti sudah diberi tahu dari jauh-jauh hari, kita tetap bisa menyelesaikan kewajiban kita sebagai pengurus dengan membantu mempersiapkan acara tersebut, bukannya hanya saat hari berlangsung acara saja. Jadi, prioritas serta kewajiban dapat diselesaikan dengan baik.

Baca:  Hati Seorang Pemimpin

 

  1. Istiqomah

Bersungguh-sungguh merupakan kunci kesuksesan. Kenapa begitu ? Tidak ada orang sukses didunia ini, pada masa hidupnya ia tidak menjalankan kegiatannya secara istiqomah. Sebesar apapun nanti masalah yang akan datang dan seberat apapun beban yang akan kau tanggung, itu merupakan “bingkisan” dalam hidup dan barang siapa yang bersungguh-sungguh dan tetap percaya akan dirinya serta kemampuannya, dapat dipastikan dia merupakan seseorang yang memilki sifat optimisme yang tinggi sehingga dia mampu memotivasi atau mencharge dirinya kembali apabila dia merasa lelah tanpa mendengarkan perkataan orang lain. Saya sedikit mengutip perkataan Bapak Prof. Dr. Dahlan Iskan selaku mantan menteri BUMN, “Tuhan menaruhmu ditempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan. Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan.”

Baca:  Jangan Menunggu Korban Berjatuhan

 

  1. Kontrol Emosi

Kita memiliki rencana, tapi Allah juga memiliki rencana yang lebih baik. Tatkala rencana kita yang kita rasa sudah sempurna, namun karena berbagai alasan rencana kita tersebut jadi tidak tercapai dan bahkan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Disaat inilah kita harus mampu untuk mengontrol emosi kita. Salah satunya dengan cara mencari alasan terbaik, kenapa ? agar hati kita merasa tenang dan tidak bertanya-tanya mengapa rencana kita tersebut tidak tercapai. Dan cara kedua adalah cara Allah, ini merupakan cara Allah untuk mengingatkan hamba-Nya kembali bahwa tanpa diri-Nya kita ini tidak mampu melakukan apapun dan dengan pertolongan-Nya lah kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Suatu hal yang baik pasti datang diwaktu terbaiknya dan Allah tidak mungkin memberikan masalah serta cobaan melewati batas kemampuan hamba-Nya, jadi sebesar dan seberat apapun masalahmu ingatlah bahwasannya setelah kesedihan dan kesulitanmu pasti ada kebahagiaan dan kemudahan setelahnya. Jadilah sosok perempuan yang kuat, baik lahir maupun batinnya.

Baca:  Perempuan-perempuan yang Dirindu Surga

 

  1. Nasihat

Manusia merupakan makhluk yang sempurna diantara makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang lain. Tapi, setiap manusia pasti memiliki khilaf dan salah dalam berbuat atau berucap. Menurut saya, meminta nasihat dari orang lain terutama kepada yang lebih tua merupakan salah satu tips dalam memanage waktu. Mengapa begitu ? dalam hidup, kita memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Kita dapat meminta saran atau nasihat kepada orang lain ketika kita ingin membuat sebuah rencana, biasanya mereka yang memberi saran akan menshare pengalaman hidupnya agar kesalahan yang dia lakukan tidak terulang pada kita sebagai penerima saran. Dengan nasihat orang lain, diri kita menjadi tahu kegiatan apa yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain dan mana hal-hal atau kegiatan yang kurang bermanfaat. Namun, terlepas dari itu semua keputusan kembali pada diri kita, mau menerima nasihat serta saran tersebut atau tidak menerima saran tersebut dengan sopan.

 

Mungkin hanya itu ilmu yang dapat saya share  saat ini. Untuk mengakhirinya saya memiliki sebuah susunan kata, “Setiap orang memiliki langkah dan kesuksesannya masing-masing. Namun, kesuksesan merupakan buah yang manis bagi orang-orang yang mampu memanage waktunya dengan baik.” Sekian. Terima kasih.

 

Oleh Mahasiswi STEI SEBI

Dina Hanifa